Wali Kota Kediri Minta Tim Sukses Tidak Memaku APK di Pohon

214
Ilustrasi/ Dok CDN

KEDIRI — Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta agar tim sukses pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden tidak memaku pohon untuk sarana pemasangan alat peraga kampanye dalam Pemilu 2019.

“Saya minta tolong kalau pasang poster pasangan calon jangan dipaku di pohon-pohon, karena itu bisa merusak pohon juga,” katanya di Kediri, Jawa Timur, Minggu (23/9/2018).

Wali Kota yang juga hadir dalam acara deklarasi tahapan pemilu di Taman Sekartaji Kota Kediri mengaku agenda pemilu merupakan pesta demokrasi untuk semua warga. Dirinya juga sadar, saat agenda seperti pemilu juga terjadi beragam dinamika. Namun, dirinya meminta agar semua tim sukses pasangan calon tetap memegang teguh komitmen untuk menciptakan pemilu yang damai.

“Untuk pemilu selanjutnya yaitu pemilu presiden, pemilihan DPR RI, pemilihan DPD, DPR provinsi, dan DPRD nanti karena memang serentak tahun 2019, kami akan kawal dengan baik dan bila ada euforia sedikit itu hal yang biasa,” kata dia.

Wali Kota juga berharap Pemilu 2019 bisa berjalan dengan lancar, sukses, dan tidak ada kendala apapun dalam pelaksanaannya. Ia menegaskan tujuan dalam pemilu juga turut serta membangun kedewasaan dalam demokrasi, sehingga semua partai politik diharapkan bisa memegang teguh komitmen.

Wali Kota Kediri menghadiri acara deklarasi tahapan Pemilu 2019 di Taman Sekartaji Kota Kediri yang digelar oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kediri. Selain Wali Kota juga turut hadir Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam acara tersebut, diawali dengan senam bersama lalu membubuhkan tanda tangan deklarasi bahwa kalah terhormat, menang bermartabat. Tanda tangan itu sebagai bagian komitmen bersama agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar.

Sementara itu, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengatakan polisi sudah siap menerjunkan personelnya untuk pengamanan saat kampanye pasangan calon. Namun, untuk jadwal akan koordinasi lebih lanjut dengan KPU.

Kapolresta juga menegaskan di wilayah hukum Polresta Kediri situasi politik dinilai cukup kondusif dan terjaga. Namun, polisi tetap melakukan patroli baik secara langsung maupun lewat dalam jaringan (daring), sehingga bisa lebih cepat mendeteksi berbagai macam potensi yang bisa memicu gangguan.

“Di wilayah hukum ini masih kondusif dan lancar,” kata Kapolresta.

Pemilu 2019 sudah memasuki tahapan kampanye, yakni mulai 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Pesta demokrasi tersebut diikuti 14 partai politik untuk memilih calon Presiden dan calon Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPR provinsi, DPRD, serta DPD.

KPU RI juga telah menetapkan nomor urut untuk calon Presiden dan calon Wakil Presiden, dimana pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat nomor urut satu dan Prabowo-Sandiaga mendapat nomor urut dua. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...