Warga Terdampak Gempa di Lombok, Mulai Terjangkit Malaria

Editor: Koko Triarko

895
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Marjito/Foto: Turmuzi
MATARAM – Pelaksana Tugas, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Marjito, mengatakan, berdasarkan hasil kegiatan kontak survey atau mass blood survey (MBS), Dinkes NTB menemukan ratusan masyarakat di dua desa di Kabupaten Lombok Barat, positif terjangkit malaria.
“Hasil MBS Dinkes di dua desa, Desa Bukit Tinggi dan Mekar Sari, Kecamatan Gunung  Sari, Lombok Barat, dari 1.500 yang diambil sampel darahnya, sebanyak 107 masyarakat positif malaria,” kata Marjito, Jumat (14/9/2018).
Sebagai langkah penanganan terhadap masyarakat positif malaria, selain dirujuk dan dirawat ke Puskesmas, Dinkes juga melakukan pengobatan dengan artemisinin combination treatment (DHP dan Primakuin).
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes juga telah mendistribusikan kelambu nyamuk, termasuk melakukan penyemprotan di dua desa itu dan sungai yang ada.
“Sejauh ini, baru di Lombok Barat kasus malaria banyak ditemukan, kalau di Lombok Utara baru dua kasus, Dinkes NTB masih terus melakukan pemeriksaan dan pemantauan di lapangan,” katanya.
Dikatakan, meski kasus malaria tersebut belum termasuk KLB, tapi pola penanganan dilakukan dengan pola penanganan KLB.
“Begitu ada kasus, kita berikan penanganan pemberian obat anti malaria”, katanya.
Desa Bukit Tinggi dan Mekar Sari Lombok Barat, termasuk daerah endemik malaria. Langkah selanjutnya melakukan sosialisasi dan penyuluhan, pembagian kelambu, kemudian melakukan pengobatan langsung bagi yang positif, sehingga tidak terjadi penularan.
“Masyarakat juga diharapkan bisa tetap menjaga kesehatan, memasak air yang ada sebelum diminum,” harapnya.
Sebelumnya, masyarakat korban gempa juga berharap supaya hunian sementara bisa segera dibangun, mengingat musim hujan sebentar lagi akan tiba. Selain sebagai tempat berlindung dari genangan dinginnya air hujan, juga supaya masyarakat bisa terhindar dari berbagai penyakit selama musim hujan, seperti demam berdarah.
Baca Juga
Lihat juga...