11 Daerah di Sumbar Dilanda Banjir dan Longsor

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

318

PADANG — Hujan yang mengguyur wilayah Sumatera Barat dalam satu bulan terakhir menyebabkan bencana alam di sejumlah daerah. Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, hingga kini ada 11 kabupaten dan kota yang dilanda bencana banjir dan longsor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat Rumainur. Foto: M. Noli Hendra

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Rumainur merincikan, 11 daerah tersebut yakni Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Limapuluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar. Kemudian Kota Sawahlunto, Kabupaten Agam, Sijunjung, Mentawai dan Kabupaten Solok.

“Bencana yang terjadi itu dampak dari hujan yang turun merata yang telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini. Kalau telah memasuki cuaca hujan, daerah Sumatera Barat memang perlu diwaspadai terjadinya bencana, seperti banjir dan longsor,” katanya, Jumat (12/10/2018).

Banjir dan longsor tidak merata diseluruh daerah di kabupaten dan kota, tapi hanya daerah yang berdekatan dengan kawasan sungai dan di daerah pegunungan.

Seperti halnya Kabupaten Pesisir Selatan, tiga kecamatan yang dilanda banjir. Yakni Lengayang, Koto Rawang dengan ketinggian mencapai 50 cm, dan juga Aia Kulam Nagari Kambang. Kecamatan IV Jurai, terdapat pohon tumbang, dan saat kini telah selesai penanganannya.

Banjir juga terjadi di kawasan perbukitan Painan menuju Batang Kapas. Kecamatan Bayang, tepatnya di Lubuk Kumpai, dengan ketinggian 40-50cm.

“Belum ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut,” sebutnya.

Sementara untuk daerah Kabupaten Pasaman, sejumlah nagari/desa di daerah tersebut juga direndam banjir dengan ketinggian mencapai 1 meter.

Untuk Kabupaten Tanah Datar yang terjadi kemarin malam, tepatnya di Jorong Ranah Tanjung Batu Bonai, terdapat dua korban jiwa, sementara tiga orangnya hingga kini masih dalam pencairan.

Sedangkan untuk daerah Kabupaten Padang Pariaman, juga merupakan daerah yang cukup parah terdampak bencana banjir dan longsor, setidaknya ada tiga orang menjadi korban akibat tertimbun longsor di rumahnya kemarin.

Tepatnya di Jorong Padang Toboh, Parit Malintang, rumah dihuni 5 orang yang terdiri dari satu keluarga, dua orang selamat dan tiga orang lainnya yang merupakan anak dari pemilik, ditemukan meninggal dunia.

“Memang kondisi kini akibat dampak dari hujan yang turun cukup lama yakni selama satu bulan, membuat daerah di Sumatera Barat dilanda bencana banjir. Kondisi pun telah ditangani dengan baik oleh tim BPBD di kabupaten dan kota, bersama Basarnas, Dina PU yang mengerahkan alat berat, dan pihak-pihak lainnya,” jelasnya.

Rumainur juga mengatakan dari hasil koordinasinya dengan BMKG Padang, kondisi hujan yang turun di Sumatera Barat ini diperkirakan akan berlangsung hingga November 2018 mendatang. Hujan yang turun pun dengan durasi yang cukup lama, serta intensitas yang cukup lebat.

Menyikapi kondisi cuaca di Sumatera Barat yang hingga kini masih hujan, BPBD mengimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalan di sepanjang pegunungan, karena bencana longsor bisa saja terjadi, melihat hujan yang turun dengan durasi yang cukup lama.

Sementara untuk kawasan sungai, BPBD meminta kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas, karena jika longsor terjadi di bagian hulu, akan dapat menyebabkan air bah atau banjir bandang dibagian daerah aliran sungai.

Baca Juga
Lihat juga...