120 Siswa Belajar gratis di SMK Teknologi Lengayang

Editor: Mahadeva WS

221

PESISIR SELATAN – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, memberikan beasiswa sekolah gratis bagi 120 orang siswa. Para penerima beasiswa adalah mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Kepala SMK Teknologi Lengayang, Yusma Joyo mengatakan, Program tersebut untuk mensukseskan program wajib belajar (Wajar) 12 tahun. Kegiatannya, untuk memberikan jaminan bagi siswa dari keluarga miskin, tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang menengah atas.

Di tahun ajaran baru ini, dari total 450 orang siswa baru di SMK Teknologi Lengayang, 120 orang siswa masuk secara gratis. “Mereka yang digratiskan dari semua biaya itu tentu ada kriterianya, yakni merupakan siswa berpestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu atau miskin,” ungkap Yusma, Kamis (4/10/2018).

Calon penerima beasiswa di awalnya, harus mengikuti seleksi yang dilakukan pihak sekolah, dengan membentuk tim yang melibatkan tokoh masyarakat dan pemerintahan nagari. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kebenaran surat keterangan tidak mampu yang dikleuarkan oleh walinagari. Harapannya, pemberian sekolah gratis bisa dilakukan dengan tepat sasaran.

Kepala SMK Teknologi Lengayang, Yusma Joyo (tengah) mengadakan diskusi dengan sejumlah siswa di sekolah tersebut. Hal ini sering dilakukan sebagai upaya memberikan pendidikan tanpa harus berlangsung formal/Foto: M. Noli Hendra

Dari verifikasi yang dilakukan, banyak ditemui masyarakat yang benar-benar miskin, namun tidak mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), BPJS yang bersubsidi pemerintah, bahkan juga Program Keluarga Harapan (PKH). “Berdasarkan hal itu, yayasan memiliki kebijakan persyaratan untuk mendapatkan beasiswa tersebut cukup hanya surat keterangan miskin dari walinagari, bagi mereka yang lulus seleksi dari tim yang ditunjuk,” jelasnya.

Beasiswa tersebut untuk membantu siswa berprestasi dari keluarga miskin. Sehingga, bila prestasi siswa bersangkutan menurun, tidak tertutup kemungkinan beasiswa dicabut.  “Itu sudah pernah dilakukan terhadap beberapa orang siswa. Namun sebelum tindakan tegas berupa pencabutan dilakukan. Pihak sekolah terlebih dahulu memanggil orang tua, serta juga memberikan kesemapatan untuk memperbaiki. Bila tidak juga ada perubahan, maka dengan sangat menyesal subsidi dari yayasan dipindahkan kepada yang lain,” tandasnya.

Beasiswa seratus persen bagi siswa berprestasi dan kurang mampu tersebut sudah diterapkan sejak 2013 silam. Penerapan secara total, dengan jumlah penerima 120 siswa pertingkat kelas, dan alokasi anggaran Rp2.480.000 per tahun, dilakukan sejak dua tahun terakhir.

Sekolah tersebut terbagi empat jurusan. Diantaranya, Teknik Otomotif Sepeda Motor (TOSM), Teknik Otomotif Kendaraan Ringan (TOKR), Teknik Instralasi Tenaga Listrik (TITL), dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

Baca Juga
Lihat juga...