15 Tunarungu di Bekasi Perdalam Cara Membatik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

188

BEKASI — 15 peserta dari kalangan tuna rungu dari Komunitas Bambu Tuli (KBT) mendapat pelatihan dari Asosiasi Komunitas Batik Bekasi (Kombas). Bersama lima mahasiswa mereka berbaur memperdalam cara membatik.

“Kami juga ingin mengundang teman disabilitas, khususnya Tunarungu untuk berkiprah dan berkarya dalam memberdayakankan warisan budaya,” kata Sekretaris jenderal Kombesi Rio Damaris, Kamis (11/10/2018).

Sekjend Kombas, Rio Damaris. Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, membina teman dari KBT merupakan upaya dalam berbagi keahlian, sekaligus menanamkan budaya membatik di kalangan pemuda di Kota Bekasi agar lebih diminati dan dikenal.

Menurutnya, membatik di Kota Bekasi harus terus digalakkan agar memiliki kreasi dan pakem corak tersendiri, sehingga akan berkembang. Pendidikan membatik melibatkan mahasiswa, pelajar dan sekarang runa rungu merupakan bentuk tanggungjawab dalam menjaga dan melestarikan warisan.

“Nanti pada 28 Oktober, bertepatan dengan hari sumpah pemuda di Kota Bekasi akan dilaksanakan gerakan 1.000 membatik. Ini diharapkan diikuti kalangan pemuda di Kota Patriot,” jelasnya.

Pelatihan dilakukan dengan roadshow di beberapa titik di Kota Bekasi. Harapannya, pelajar dan mahasiswa di Kota dan Kabupaten Bekasi dapat lebih mengenal batik khas daerahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dana pelatihan tersebut didapatkan melalui swadaya anggota Kombas Kota.

“Pendidikan ini diberikan secara gratis. Tidak dipungut biaya, khusus untuk komunitas KBT,” jelasnya mengaku awal memberi pelatihan mengalami kesulitan komunikasi.

Harapan lain, melalui pendidikan membatik, mampu meningkatkan jumlah perajin. Selama ini lanjutnya baru ada enam perajin yang tersebar di enam Kecamatan Kota Bekasi.

“Kota Bekasi, ini ada 12 kecamatan, baru enam kecamatan yang memiliki tempat workshop batik. Kombas ingin ada di 12 kecamatan, bahkan sampai Kabupaten Bekasi,” timpalnya mengatakan ke depan setiap kecamatan dapat mengangkat tema tersendiri dalam pakem batiknya.

Tunarungu peserta pelatihan dari KBT, sudah banyak diberdayakan oleh Kambas dan workshop di masing-masing kecamatan. Bahkan ada di antara KBT yang menekuni batik mendapatkan juara di berbagai perlombaan tingkat daerah.

Baca Juga
Lihat juga...