2019 Balikpapan Fokus Pembinaan Ekraf

Editor: Mahadeva WS

170
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan, di 2019 akan fokus pada pembinaan Ekonomi Kreatif (Ekraf), menyusul tingginya potensi pelaku ekonomi kreatif yang bermunculan sejak 2011 lalu. Apalagi saat ini, Balikpapan tidak bisa lagi mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) seperti tambang batu bara, dalam upaya menggerakkan ekonomi daerah.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi menjelaskan, potensi Ekraf yang makin tumbuh harus didukung secara konsisten, agar pelaku usaha, dapat meningkatkan kompetensinya, khususnya di 16 subsektor yang dikembangkan. “16 subsektor ekonomi kreatif yang dikembangkan seperti aplikasi, game, internet of things (loT), pengembangan batik dan bidang-bidang lainnya,” papar Rizal Selasa, (9/10/2018).

Untuk itu, pada HUT Kota Balikpapan ke 122, pada 2019 mendatang, tema yang diusung adalah, fokus pembinaan ekonomi kreatif. Balikpapan harus mampu menjadi leading Ekraf di Kalimantan Timur, mengingat akses yang lebih baik. “Karena kita ingin Balikpapan ini sebagai leading ekonomi kreatif karena akses kita yang lebih bagus. Selain itu, bisa sebagai rule model, dan tidak mengandalkan SDA,” tambahnya.

Upaya yang dilakukan dalam pengembangan ekonomi kreatif agar bisa lebih terbuka dan lebih kreatif maupun kompetitif. “Kaltim harus tumbuh, bisa dengan ekonomi kreatif. Kreatif itu bisa juga menggunakan dana CSR, dan tidak mengandalkan dana pemerintah,” tegasnya.

Direncanakannya, untuk mendukung ekonomi kreatif, tahun depan Gedung Parkir Klandasan, akan dijadikan gedung kreatif. Letaknya yang berada di tengah kota, dinilai sangat tepat. Selain itu, pemkot juga akan bekerja sama dengan perbankan, untuk mengarahkan dana bergulir, agar ekonomi kreatif bisa bergerak dan tumbuh di Kota Balikpapan. “Harapannya kota ini menjadi pusat ekonomi kreatif, karena akses yang lebih baik dari daerah lainnya. Sekaligus menjadi rule model di Kalimantan Timur,” harapnya.

Saat ini, banyak komunitas UMKM bermunculan di Kaltim. Yakni Gerakan Ekonomi Kreatif, Gerakan Kewirausahaan Nasional, Forum Kewirausahaan Pemuda, Kreatif Ekonomi Network, Desainer Visual Samarinda, dan Komunitas Buka Lapak, serta dari kalangan mahasiswa dari Student Center Enterpreneur Community.

Ada pula dari lembaga pengembangan UKM baik nasional dan lokal, seperti Bisnis Development Servis Provider (BDS). Kemudian dari rumah kreatif BUMN dari Telkom (RKB), ada pusat pelayanan usaha terpadu, dan klinik bisnis dari Disperindagkop Provinsi.

Baca Juga
Lihat juga...