22 Ribu Warga Balikpapan Belum Rekam KTP Elektronik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

142
Sekretaris Disdukcapil Balikpapan, Hasbullah Helmi. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan mencatat, warga yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik mencapai 22 ribu orang. Sementara itu, surat edaran Direktorat Jenderal Catatan Sipil Kemendagri akan membekukan data warga yang belum melakukan perekaman hingga akhir Desember 2018.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya melakukan upaya jemput bola dan menyisir dari sejumlah Kelurahan yang tercatat.

“Tim kami menyisir dari kelurahan-kelurahan dan undang perekaman yang sudah dibagikan. Ada 22 ribu warga yang belum merekam data,” ungkap Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Balikpapan, Hasbullah Helmi, Jumat (12/10/2018).

Adapun jadwal dan lokasi perekaman, menurutnya, telah ditentukan dari kelurahan. Perekaman menyasar pelajar yang telah berusia 16 tahun dengan alasan pada saat 17 April 2019 atau Pemilihan Umum telah berusia 17 tahun, sehingga mereka sudah dapat menggunakan hak pilihnya.

“Maka kami minta warga yang sudah mendapat undangan agar segera pergi melakukan perekaman. Kalau tidak, risikonya identitas dibekukan,” urai pria yang akrab disapa Helmi.

Helmi juga mengatakan, jadwal perekaman KTP elektronik dilakukan di kelurahan Margomulyo pada 22 November nanti.

“Bagi warga yang di luar kota dapat merekam ke kantor Capil berdomisili, karena perekaman sifatnya nasional,” tandasnya.

Ketika disinggung mengenai warga yang belum merekam apakah dapat ikut Pemilu, pihaknya belum mengetahui, karena hal itu menjadi ranah Komisi Pemilihan Umum atau KPU.

“Prinsipnya daftar pemilih Pemilu itu dari DP4 (Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu). Itu kan sudah dipegang KPU dan warga yang sudah merekam atau belum, ada datanya di situ,” tegas Helmi.

Namun demikian calon pemilih yang ingin mencoblos dan diminta KTP Elektronik, maka yang bersangkutan harus merekam data dirinya.

Baca Juga
Lihat juga...