880 Hektare Padi di Langkat Terendam Banjir

138
Ilustrasi [CDN]

LANGKAT – Sedikitnya 880 hektare tanaman padi di enam kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terendam banjir. Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan air beberapa sungai di daerah tersebut meluap.

Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu, Hama Tanaman, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Langkat, Miswandi mengatakan, enam kecamatan itu adalah Stabat, Tanjungpura, Hinai, Wampu, Secanggang, dan Binjai. Untuk Kecamatan Stabat, tanaman padi, yang terendam banjir adalah yang berada di Desa Pantai Gemi, Desa Sidomulyo, Desa Ara Condong, dan Desa Kwala Bingei, dengan umur tanam 1-30 hari.

Varietasnya adalah jenis Ciherang, Mekongga, dan Inpari dengan luas tanam 271 hektare. Di Kecamatan Binjai, padi terendam di Desa Suka Makmur, Desa Sendang Rejo, dan Desa Sambirejo dengan usia pertanaman antara 1-25 hari, dari varietas Ciherang, dan Inpari 32 dan luasan 105 hektare.

Sedangkan, di Kecamatan Secanggang, pertanaman padi terkena banjir berada di Desa Kepala Sungai, Desa Perkotaan, dan Desa Karang Gading, dengan usia pertanaman antara 60-90 hari. Padi yang ditanam jenis Inpari 32, Ciherang, dan Mekongga, dengan luas tanam mencapai 382 hektare.

Di Kecamatan Hinai, tanaman padi yang terkena banjir berada di Desa Sukajadi, Desa Paya Rengas, Desa Pasar Baru 8, Desa Kebun Lada, Desa Tanjung Mulia, Desa Muka Paya, dan Desa Sukadamai timur. Usia tanaman padinya 14 hingga 30 hari tanam, jenisnya varietas Inpari 32, Ciherang, dan Mekongga, serta luasan 43 hektare.

Selain itu, di Kecamatan Tanjungpura ada di Desa Pekubuan dengan pertanaman padi usia 85-95 hari seluas 72 hektare dan Kecamatan Wampu di Desa Stabat Lama, Jentera, dengan usia pertanaman 15-40 hari, verietas Mikongga dan Inpari 32 serta seluas tujuh hektare.

Data yang dihimpun di lapangan, terdapat tanaman jagung, kedelai, kacang tanah, kacang panjang, cabai, sawi, kangkung, dan genjer yang terendam banjir seluas 45 hektare. “Berbagai upaya untuk penyelamatan tanaman padi maupun hortikultura di lapangan masih terus dilakukan oleh petugas, agar petani bisa memetik hasil panennya, dan tidak sampai mengganggu produksi padi maupun hortikultura,” pungkas Miswandi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...