Anggaran Pelatihan Kerja di Balikpapan, Habis Tahun Ini

Editor: Koko Triarko

212
Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Tirta Dewi. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Program pelatihan kerja yang didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan, terpaksa dihentikan sementara, mengingat terbatasnya anggaran yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja Balikpapan pada tahun ini.
Pasalnya, anggaran untuk melaksanakan pelatihan kerja sebesar Rp600 juta tersebut, telah habis pada 2018, sehingga Dinas Tenaga Kerja Balikpapan mengandalkan program pelatihan kerja dengan menggandeng pihak ketiga.
“Anggarannya memang sedikit, dan justru dengan kerja sama pihak lain itu lebih membuka peluang dalam persoalan pendanaan,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Tirta Dewi, Rabu (10/10/2018).
Saat ini, lanjutnya, upaya yang dilakukan adalah kerja sama pelatihan kerja yang dilakukan dengan menggandeng Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung.
“Tahun ini, kita mendapatkan jatah 18 tenaga mesin produksi untuk dilatih di sana,” kata perempuan berjilbab ini.
Bahkan, kataya, di tengah keterbatasan anggaran daerah, Kementerian juga memberikan pelatihan keterampilan khusus selama setahun, dengan target 150 orang.
“Banyak peluang dari pihak lain, seperti Kementerian dan BBPLK Serang, dan semuanya program pelatihan,” tandasnya.
Tidak hanya itu, dalam pengembangan proyek Pertamina jangka panjang, pihaknya juga menggandeng perusahaan untuk melakukan pelatihan kerja.
“Kami juga menggandeng perusahaan, seperti proyek RDMP Pertamina, Balikpapan mendapatkan kuota 400 tenaga kerja di bidang HSE,” sebutnya.
Namun demikian, jumlah yang diperlukan untuk pelatihan itu berkurang, karena pada saat menunggu pelatihan, SDM-nya diterima bekerja di tempat lain.
“Ketika sudah bekerja, ya kita persilahkan saja kalau mau mundur. Tidak masalah,” urai Tirta.
Ada pun yang sudah menjalani maupun akan mengikuti pelatihan menjadi modal bagi pencari kerja, karena peluang bekerja cukup banyak di kota Balikpapan.
“Jelas untuk mendukung upgrading kilang minyak. Tapi, pelatihan itu tidak hanya untuk di proyek Pertamina saja,” imbuhnya.
Tirta menambahkan, setelah ikut pelatihan, pekerja tidak dipaksa untuk masuk dalam RDMP, karena tujuannya adalah pelatihan kerja.
“Tidak harus ke sana (RDMP), ketika menunggu dan ternyata pencari kerja mendapat tawaran dari perusahaan lain, maka bisa dimanfaatkan kesempatan tersebut. Karena tujuannya adalah pelatihan kerja,” ujar Tirta Dewi.
Baca Juga
Lihat juga...