Antisipasi Banjir, KP2C Buat Rekomendasi ke Presiden

Editor: Mahadeva WS

455

BEKASI – Komunitas Pencinta Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), mengeluarkan empat rekomendasi, untuk Presiden Joko Widodo. Isi dari rekomendasi, yang pertama, meminta adanya, normalisasi sungai.

Kemudian pembuatan tanggul permanen, ketiga, pembangunan pintu pengendali air dan terakhir pembangunan waduk di hulu sungai. Rekomendasi itu disepakati usai dialog antara KP2C, yang melibatkan semya elemen dan pemerhati lingkungan. “Soal sungai Cileungsi Cikeas, sudah banyak yang berkunjung dan memantau langsung kondisi sungai. Namun kondisi itu belum sepenuhnya mampu membangun rasa tenang  warga,” tegas Ketua KP2C, Puarman, Sabtu (13/10/2018).

Jajaran pengurus KP2C – Foto M Amin

Dikatakannya, rekomendasi KP2C tersebut akan dikirim kepada Presiden Joko Widodo, DPR-RI dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hal tersebut lanjut Puarman, sebagai upaya mencari solusi pencegahan banjir, yang mengancam ribuan warga di 26 lokasi perumahan, yang ada di sepanjang Sungai Cileungsi-Cikeas dan Kali Bekasi. “Itulah solusi dalam mengatasi banjir  di sepanjang ketiga sungai tersebut,” ujar Puarman.

Kondisi Sungai Cileungsi dan Sungai Bekasi, saat ini kian mengalami pendangkalan. Hal itu dampak dari semakin meningginya sedimentasi di badan sungai. Normalisasi sungai, terakhir dilakukan pada 1973. Maka, normalisasi atau pengerukan sungai sudah saatnya dilakukan. Kenapa harus tanggul permanen, keberadaanya dibutuhkan untuk antisipasi, karena beberapa titik di tanggul yang ada di perumahan dialur sungai, terindikasi dalam kondisi rapuh.

Sementara untuk pembangunan pintu air, perlu sebagai sarana perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Sedangkan mengenai waduk, hal itu untuk sebagai penampung limpahan air, saat terjadi hujan dari hulu sungai. Jika keempat itu tidak direalisasikan, maka akan terjadi banjir yang bisa menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Waduk di hulu Sungai Cileungsi, menjadi sarana penampung air, yang dapat dimanfaatkan warga sekitar. “Rekomendasi itu hasil kesepakatan bersama dengan warga terdampak banjir yang disusun oleh KP2C, yang selama ini konsen masalah Sungai,” tandas Puarman.

KP2C menggelar diskusi di aula Masjid sekitar Desa Bojongkulur, menampilkan pembicara dari KP2C, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Bambang Hidayah, dan Direktur Kesiapsiagaan/Perbaikan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Medi Herlianto.

Diskusi juga dihadiri Kepala Desa Bojongkulur (Bogor), Firman Riansyah, Lurah Jatirasa Kota Bekasi, Nana Sutisna, Ketua Tim 156 Bojongkulur, Agung Atmoko. Hasil dari diskusi itu mengeluarkan empat rekomendasi tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...