Asskab Jember: Perhatian dari Pemkab, Sangat Minim

Editor: Koko Triarko

150
Ketua Asskab Jember, Sutikno. Foto: Kusbandono.
JEMBER – Asosiasi PSSI Kabupaten (Asskab) Jember dan pelaku sepak bola yang terdiri dari pengurus Asskab serta klub-klub internal di bawah naungan Asskab, mempertanyakan komitmen Pemkab Jember dalam memajukan sepak bola di Jember. 
Minimnya perhatian pemkab terhadap olah raga di Jember selama dua tahun terakhir, diakui Sutikno cukup berpengaruh terhadap performa klub asli Jember yang berlaga di Liga 3, seperti Persid Jember.
“Karena pembinaan olah raga seperti sepak bola itu tidak bisa instan. Harus rutin dan terprogram. Kita tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari pemerintah,” kata Ketua Asskab Jember, Sutikno, kepada Cendana News, Jumat (12/10/2018).
Menurut Sutikno, Asskab beserta seluruh pegiat sepak bola di Jember, menyatakan siap mengikuti komitmen tegak lurus yang dicanangkan oleh Bupati Jember, dr Faida.
“Mohon jangan disamakan pengurus Asskab yang sekarang dengan yang dulu. Kita siap mengikuti arahan dari TP4D Kejari. Bahkan, kalau ada KPK di sini, kita juga siap untuk mencegah korupsi,” tutur mantan manajer Persid U-17 musim lalu ini.
Menurut Bukri, selama dua tahun terakhir, Asskab Jember masih mampu menjalankan beberapa program yang menjadi kewajibannya, seperti pelatihan wasit dan kompetisi usia dini.
“Harap dimaklumi, karena kita dalam kondisi sangat terbatas. Jadi, kita harus bersatu,” tutur salah satu Executive Committee (Exco) Asskab, Bukri.
Ia mengaku salut dengan Ketua Asskab yang masih mampu menggulirkan organisasi, termasuk menggelar raker, meski tanpa ada bantuan dari pemkab. “Jadi, semua ini diambil dari dana pribadi ketua,” lanjut Bukri.
Hal serupa juga disuarakan klub-klub internal yang ada di bawah naungan Asskab Jember.
“Kondisi di Jember ini kontras dengan yang terjadi di tingkat nasional saat ini. Perhatian pusat di era Jokowi kepada atlet cukup baik. Terbukti prestasi kita di Asian Games meningkat, dan bonus atlet langsung cair,” kata Heri Suyono, ketua umum klub Garuda Muda yang berbasis di Kecamatan Tempurejo.
Sebagaimana diketahui, dua mantan pengurus Asskab Jember pada periode sebelum Sutikno, harus berurusan dengan penegak hukum. Keduanya yakni mantan Ketua Asskab, Diponegoro dan mantan Bendahara, Ari Dwi Susanto, masing-masing divonis dua tahun penjara, karena korupsi dana hibah sepak bola. Diponegoro merupakan putra mantan Bupati Jember, sebelumnya, MZA Djalal.
Baca Juga
Lihat juga...