Atasi Perambahan Hutan, Wali Kota Jayapura Libatkan TNI-Polri

142

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Papua, Benhur Tommy Mano, akan menggandeng TNI-Polri dalam mengatasi perambahan hutan yang semakin marak hingga mengakibatkan berkurangnya debit air.

Memang betul saat ini perambahan makin marak bahkan sudah berada di sekitar daerah tangkapan air, kata Tommy Mano di Jayapura, Jumat.

BTM, panggilan akrab Walkot Jayapura, mengatakan, krisis air bersih yang melanda wilayahnya sudah dilaporkan pimpinan PDAM bahkan langkah antisipasi sudah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota dengan melakukan penghijauan di beberapa kawasan walaupun sempat diusir warga dengan menggunakan peralatan tradisional.

“Kadis Lingkungan Hidup bahkan pernah dikejar warga dengan membawa peralatan tajam seperti kapak dan panah,” kata BTM seraya menambahkan karena itulah pihaknya akan menggandeng TNI-Polri dalam melakukan penertiban terhadap para perambah hutan.

Selain itu, pihaknya berharap, agar para ondoafi atau kepala suku melarang bila ada warga yang membuka dan menebangi pohon-pohon. Khususnya di sekitar daerah tangkapan air dan menjadikan kawasan itu kebun serta mengambil kayu untuk dijadikan kayu bakar.

“Di beberapa lokasi juga ditemukan warga yang beternak,” kata BTM.

Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna, secara terpisah mengatakan, debit air saat ini menurun 50 persen bahkan ada yang sudah mencapai 40 persen. Seperti di sumber air Entrop dari 90 liter/detik, saat ini hanya 40 liter/detik.

Secara keseluruhan, produksi air bersih yang dikelola PDAM Jayapura mencapai 895 liter/detik dan kini menurun 50 persen.

“Karena itu, air PDAM akan dialihkan dengan melakukan penggiliran sehingga semua pelanggan mendapat pelayanan air bersih,” kata Sutisna.

PDAM Jayapura saat ini mengelola 13 sumber air, tiga di antaranya berada di Kabupaten Jayapura dengan jumlah pelanggan mencapai 32.800. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...