Bandara Palu Kembali Bisa Didarati Jet

195
Ilustrasi bandara di Indonesia - Foto : Dokumentasi CDN

JAKARTA – Landas pacu Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu sudah bisa didarati pesawat jet, berbadan sedang sekelas Boeing 737-800/900. Upaya perbaikan landasan pacu arah 15, yang terdampak gempa sudah rampung dilakukan.

“Kami kebut perbaikan fasilitas Bandara SIS Al Jufri, baik pada sisi udara maupun sisi darat. Semalam perbaikan pada arah runway 15 telah selesai dikerjakan, dan mulai pagi 12 Oktober setelah dilakukan pengecekan dan uji coba, landas pacu telah dapat digunakan oleh pesawat jenis B737-800/900, dengan optimal sesuai kapasitasnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Pramintohadi Sukarno, Sabtu (13/10/2018).

Sejak 7 Oktober, pesawat jet jenis Boeing 737-800/900, dapat beroperasi terbatas (limited payload). Hal ini karena, kondisi arah landas pacu 15 yang digunakan masih dalam proses perbaikan. Arah landas pacu 15, mengalami kerusakan sedang berupa penurunan tanah, dan retak memanjang pada 250 meter di ujung landas pacu.

Perbaikan kerusakan pada Rabu (11/10/2018) malam, telah selesai dilakukan. Perbaikan yang dilakukan adalah, perkerasan landas pacu dengan pengecoran beton K350 Vol kurang lebih 173 meter kubik, dan perbaikan kebocoran atau retak metode injeksi grouting sepanjang kurang lebih 40 meter. Panjang landas pacu yang dapat digunakan semula sepanjang 2.000 meter x 45 meter, kini bertambah menjadi 2.250 meter x 45 meter.

Pengoperasian landas pacu menjadi 2.250 meter diumumkan secara luas kepada masyarakat, melalui Notice to Airman (NOTAM), yang dikeluarkan Airnav Indonesia, dengan No.H1290/18, dengan keterangan bahwa sejak Jumat, 12 Oktober 2018 pukul 10.53 WITA, panjang landas yang dapat digunakan adalah sepanjang 2.250 meter.

Sehingga, pesawat jet Boeing 737-800/ 900 dapat membawa penumpang dan bagasi dengan optimal. Kondisi fasilitas bandara pada sisi darat juga semakin membaik, gedung terminal area kedatangan lantai satu  telah difungsikan. Conveyor belt satu telah difungsikan, dan trolley pun telah disediakan untuk melayani pengambilan bagasi penumpang.

Conveyor belt dua dan tiga telah dibersihkan, dan siap difungsikan. Namun areanya masih belum boleh dipergunakan, karena masih ada perbaikan langit-langit terminal. Toilet telah berfungsi normal, AC dan penerangan berfungsi normal, fasilitas ibadah juga telah dapat digunakan.

Untuk ground handling saat ini telah normal dilayani oleh tiga perusahaan yaitu PT. Menara Angkasa Semesta, PT. Global Sky Aviasi dan PT. Prathita Titian Nusantara. Peralatan dan personel baik yang di Palu maupun perbantuan telah memadai untuk melayani penerbangan saat ini sehingga kegiatan pelayanan bongkar muat pesawat komersilpun berjalan normal.

Kepala UPBU Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Benyamin Noach Apituley mengatakan, bahwa operasional Bandara semakin mendekati normal. Saat ini check in dan posisi Security Check Poin 1, yang awalnya di selasar terminal, sudah direposisi di dalam terminal. Personel Avsec dan PKP-PK, serta kendaraan pendukungnya juga sudah ada, dan dapat memberikan pelayanan dengan baik.

“Satu jam setelah terjadi gempa, kami langsung mengecek kondisi terminal dan landasan. Setelah perbaikan dan pembersihan, saat ini operasional sudah mendekati normal. Sebelumnya ada 20 sampai 22 flight komersil beroperasi dalam sehari, sekarang sudah sekitar 15 penerbangan,” kata Benyamin.

Lebih lanjut diharapkan, dengan dibukanya bandara untuk kegiatan penerbangan baik komersil maupun kegiatan kemanusiaan, proses evakuasi dan rehabilitasi mulai dapat dilakukan. Dalam sehari, saat ini total penerbangan di Bandara tersebut ada 100 pergerakan.

Sebelumnya, setelah dibuka untuk kegiatan penerbangan, dalam sehari bisa di bandara tersebut bisa mencapai 160 pergerakan baik komersil, bantuan kemanusiaan, SAR maupun kegiatan darurat. Semuanya bisa dilayani dengan baik, menggunakan fasilitas yang ada.

“Meskipun dalam keadaan daruat namun tetap mengacu pada standar keselamatan dan keamanan penerbangan. Saya optimistis, dengan kerja sama dan sinergi semua pemangku kepentingan penerbangan, Bandara yang telah beberapa kali mendapat penghargaan Bandara Terbaik dari Bapak Menteri Perhubungan dapat kembali beroperasi dengan normal dan memberikan kontribusi positif bagi pemulihan kondisi pasca gempa di Palu,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...