Banjir di Agam Tidak Menimbulkan Korban Jiwa

190
Ilustrasi -Dok: CDN

LUBUKBASUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) merilis, 402 warga di dua kecamatan, di daerah itu terdampak banjir. Banjir bandang terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak Kamis (11/10/2018) sore hingga Jumat (12/10/2018) dini hari.

Ke-402 orang itu, tersebar di Pasi Paneh dan Sungai Nibuang Kecamatan Tanjungmutiara sebanyak 200 jiwa. Mereka berasal dari 60 kepala keluarga. Sementara di Bawan, Gantiang dan Anak Aia Gasiang Kecamatan Ampeknagari ada 202 jiwa yang merupakan bagian dari 53 kepala keluarga.

“Mereka ini berasal dari 103 kepala keluarga. Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun masyarakat sempat mengungsi ke tempat ibadah, rumah keluarga yang lebih aman dan lokasi pengungsian yang kita sediakan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Wahyu Bestari, Jumat (12/10/2018) tengah malam.

Air mulai menggenangi rumah warga pada Kamis (11/10/2018) sekira pukul 16.00 WIB, dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter sampai 1,5 meter. Pada Sabtu (13/10/2018), di Pasia Paneh, Sungai Nibuang, Gantian dan Bawan, genangan air sudah mulai berkurang. Warga sudah mulai membersihkan peralatan rumah mereka.

Sedangkan di Anak Aia Gasiang, Kecamatan Ampeknagari, ketinggian air masih satu sampai 1,5 meter. Untuk ke lokasi, Satgas BPBD, Dinas Sosial dan lainnya menggunakan perahu. “Kami telah memberikan makanan kepada warga di Anak Aia Gasiang dengan jumlah 52 jiwa,” katanya.

Banjir akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan air Sungai Batang Masang meluap ke permukaan. Selain banjir, tambahnya, juga ada laporan pohon tumbang di Kelok 44 dan Lubuk Aluang Kecamatan Ampeknagari. Dengan kejadian itu, diimbau, warga yang tinggal di dataran rendah dan diperbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan, dengan cara mengungsi ke daerah lebih aman saat curah hujan tinggi melanda daerah itu. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...