Banjir Sumut-Sumbar, 20 meninggal dan 15 Dilaporkan Hilang

Editor: Mahadeva WS

199
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB – Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Hujan deras yang melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), pada Kamis dan Jumat (11-12/10/2018), telah menyebabkan banjir bandang dan longsor di beberapa tempat.

Dampak yang ditimbulkan cukup besar, 20 orang meninggal dunia dan 15 orang dinyatakan hilang. “Data sementara yang dilaporkan BPBD Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat, banjir dan longsor menyebabkan 20 orang meninggal dunia, 15 orang hilang dan puluhan orang luka-luka di 4 wilayah yaitu di Kabupaten Mandailing Natal, Kota Sibolga, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat,” kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sabtu (13/10/2018).

Sutopo menjelaskan, banjir dan longsor melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, yaitu Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal. Bencana terjadi pada Jumat (12/10/2018) pagi dan sore hari. Data sementara tercatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Mandailing Natal.

“Ada 11 murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, meninggal dunia tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang pada Jumat (12/10/2018) sore saat jam pelajaran sedang berlangsung,” sebutnya.

10 orang dinyatakan hilang, saat kejadian yang berlangsung mendadak tersebut. Sungai Aek Saladi, tiba-tiba mengalir dengan debit besar, dan membawa lumpur yang meluap menerjang bangunan madrasah. Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan.

Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh. “Sementara itu pada Sabtu (13/10/2018), pagi ditemukan dua korban meninggal lagi akibat kendaraan masuk sungai dan hanyut. Korban meninggal adalah satu orang Polri dari Polsek dan satu orang pegawai PT. Bank Sumut. Sedang dua orang berhasil diselamatkan dari kendaraan yang hanyut,” tambahnya.

Dampak banjir bandang dan longsor di Mandailing Natal lainnya adalah 17 unit rumah roboh, lima unit rumah hanyut, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian satu hingga dua meter, di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis. Delapan titik longsor berada di Kecamat Batang Natal, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban masih dilakukan.

Kondisi medan saat ini sangat berat, karena desa-desa terdampak berada di pegunungan, pinggir hutan. Keberadaanya sulit untuk diakses karena rusak. BPBD Mandailing Natal, BPBD Provinsi Sumatera Utara, TNI, Polri, SAR Daerah, SKPD, PMI, dan relawan menangani darurat bencana. Bupati telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara selama tujuh hari  mulai 12 sampai 18 Oktober 2018.

Menurut Sutopo, hujan juga menyebabkan longsor di beberapa daerah di Kota Sibolga, Sumatera Utara pada Kamis (11/10/2018) pukul 16.30 WIB. Longsor menyebabkan empat orang meninggal dunia, satu mengalami orang luka berat, dan tiga orang mengalami luka ringan.

Kerugian material meliputi 25 rumah rusak berat, empat unit rumah rusak, sedang dan sekitar 100 rumah terendam banjir dengan tinggi 60-80 sentimeter. “Sementara itu, banjir bandang juga terjadi di Nagari Tanjung Bonai, Jorong Kalo-Kalo, Jorong Ranah Batu di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada Kamis (11/10/2018) pukul 20.30 WIB. Banjir bandang menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan 3 orang hilang,” ujarnya.

Selain terdapat enam orang mengalami luka, enam unit rumah rusak berat, tiga kedai rusak berat, satu ruko rusak berat dan dua jembatan rusak berat. BPBD Tanah Datar bersama TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat, melakukan evakuasi dan pencarian korban.

Pembukaan dapur umum untuk relawan dan masyarakat terdampak telah dilakukan. Sedangkan di beberapa wilayah di Kabupaten Pasaman Barat, juga terjadi longsor dan banjir pada Kamis (11/10/2018) pukul 19.30 WIB. Wilayah yang mengalami bencana adalah Kecamatan Pasaman, Ranah Batan, Koto Balingka, Sei Beremas, Lembah Melintang, Gunung Tuleh, Talamau, Sasak dan Kinali.

“Korban satu orang meninggal dunia dan dua orang hilang. Kerusakan meliputi sekitar 500 unit rumah terendam banjir, tiga unit jembatan gantung roboh dan dua unit rumah hanyut. BPBD Kab. Pasaman Barat bersama aparat lain melakukan penanganan darurat. BPBD menyalurkan bantuan logistik untuk korban terdampak. Kebutuhan mendesak alat berat, sembako, selimut dan pakaian,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...