Bantu Korban Bencana Sulteng, Pempas Serentak Galang Dana

Editor: Mahadeva WS

560

LAMPUNG – Bencana alam gempa bumi disertai tsunami di Sulawesi Tengah khususnya wilayah Palu, Sigi dan Donggala, ikut mengetuk kepedulian kaum muda di Lampung.

Seperti yang dilakukan komunitas Pemuda Pasuruan Serentak (Pempas Serentak), yang melakukan penggalangan dana untuk korban bencana di Sulteng. Dipimpin Mohammad Hamzah, para pemuda mengetuk hati generas muda dan masyarakat, agar menyisihkan donasi bagi korban bencana di Sulteng.

Hamzah menyebut, penggalangan dana dilakukan di sejumlah titik seperti, pasar tradisional, titik Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Pasuruan, serta ke sejumlah dusun. Tahap pertama, donasi diterima berupa uang tunai, dan pakaian serta barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan pengungsi. “Aksi yang kita gelar merupakan bentuk kesadaran untuk peduli akan wilayah terdampak dan rentan bencana alam, hasil donasi selanjutnya akan diserahkan kepada korban bencana alam di Sulteng,” terang Hamzah saat ditemui Cendana News, Selasa (9/10/2018).

Hamzah menyebut, aksi penggalangan dana dilakukan, karena Lampung Selatan menjadi salah satu wilayah rawan bencana. Saat bencana banjir melanda wilayah tersebut, bantuan juga mengalir dari wilayah lain. Kepedulian pemuda Desa Pasuruan, serta para pengumpul donasi dari berbagai komunitas, diharapkan bisa membantu korban bencana alam.

Secara tekhnis, hasil donasi akan disalurkan melalui lembaga resmi, sehingga bisa sampai ke korban bencana alam gempa dan tsunami di Sulteng dengan tepat. Pada tahap pertama penggalangan donasi, dilakukan di pasar tradisional. Pada haru Selasa dan Jumat, yang menjadi hari pasaran. kesempatan memberikan donasi diberikan kepada pedagang di sejumlah lapak, toko dan pembeli.

Sebagian relawan Pempas Serentak, melakukan penggalangan dana sejak pasar mulai buka hingga sejumlah pedagang menutup lapaknya. “Setelah di pasar, selanjutnya penggalangan donasi tersebut juga akan dilakukan oleh para pemuda Pasuruan ke rumah warga, dengan persetujuan kepala desa serta para kepala dusun,” tambahnya Hamzah.

Kepedulian pada korban bencana juga digelar dengan kegiatan bazaar, yang menyajikan makanan dan minuman tradisional, serta hasil kerajinan pemuda dan masyarakat. Hasil penjualan sebagian didonasikan untuk korban bencana di Sulteng. Penggalangan donasi juga dilakukan dengan malam kesenian yang  melibatkan seniman lokal.

Hendro (40), salah satu pedagang buah di pasar Pasuruan menyebut, langkah yang dilakukan para pemuda Pasuruan, menjadi cara untuk peduli kepada sesama. Penggalangan donasi yang dilakukan tersebut bisa disalurkan dengan tepat, sesuai dengan kebutuhan mendesak para pengungsi.

Hendro yang tinggal di Lamsel menyebut, wilayah yang berada dekat dengan Gunung Anak Krakatau juga disebut rawan bencana. Kepedulian pada sesama bisa membangun solidaritas, untuk saling berbagi, meski jumlah nominal yang disumbangkan kecil. Selain menyumbang nominal uang ia juga mengaku akan menyumbang makanan instan yang akan diserahkan ke posko penggalangan donasi gempa tsunami Sulteng oleh Pempas Serentak di Desa Pasuruan.

Baca Juga
Lihat juga...