Basarnas: Evakuasi Korban Gempa di Palu Sudah Sesuai SOP

Editor: Koko Triarko

222
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI M Syaugi. -Foto: Sultan Anshori.
BADUNG — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI M Syaugi, mengatakan, evakuasi korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah, sudah dilakukan sesuai SOP yang berlaku.
SOP dimaksud adalah evakuasi dilakukan dalam waktu tujuh hari. Setelah tujuh hari, masih ada kemungkinan untuk bisa menemukan korban pencarian ditambah tiga hari. Setelah 10 hari dilakukan analisa lagi.
Jika masih ada kemungkinan untuk ditemukan korban, maka dilakukan pencarian tiga hari lagi. Hal itu semua sudah dilakukan dalam menangani korban di Palu.
“Dari data yang dimiliki oleh kami, korban meninggal dunia akibat tsunami di Palu hingga kemarin 835 orang. Selain itu, 86 orang ditemukan dalam keadaan hidup,” ucapnya, saat meninjau kesiapan personel dan alat kantor SAR Kelas A Denpasar, Jumat (12/10/2018).
Dirinya berharap, agar dalam menangani bencana perlu adanya sinergi lintas instansi. Operasi SAR memiliki tiga kata kunci. Pertama, pemerintah harus serius dan hadir. Kedua, bekerja all out. Segala daya upaya dikerahkan untuk menolong korban.  Ketiga, bekerja dengan hati.
“Setelah dilakukan pencarian selama 14 hari, kami melakukan pertemuan dengan BPBD, Gubernur, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat diputuskan evakuasinya dihentikan dari pusat. Tetapi dari kantor SAR Palu, tetap siaga. Namun, tanggap daruratnya ditambah dua minggu, untuk mentransfer logistik dan perbaikan jalan yang terputus,” kata Saugi.
Saat ditanya kesiapan, baik personel dan peralatan dalam penanganan bencana, ia mengaku kalau unsur personel dan peralatan masih banyak yang perlu ditambahkan sesuai kemampuan negara.
Dia mengatakan, tahun ini Basarnas mengagendakan untuk membeli dua unit helikopter dengan program multiyears. Ini untuk mempermudah memberikan pelayanan, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan.
Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesigapan dan respon time. Rak hanya membeli dua heli, pihaknya juga berencana akan membeli kapal besar dengan kapasitas daya angkut besar. Fungsinya untuk memuat bahan bakar sebanyak 450 ton. Kapal yang ada sekarang kemampuannya berkisar 40-50 ton dan air bersih 100 ton.
“Kapal yang akan dibeli itu nanti bisa menyuplai kapal yang lain untuk melakukan operasi SAR di laut berhari-hari. Kapal itu bisa didarati oleh helikopter. Selain itu, bisa membawa remote underwater viacer,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...