Bekasi Miliki Wadah Promosi Ikan Hias

Editor: Satmoko Budi Santoso

292

BEKASI – Ketua Asosiasi Ikan Hias, Kota Bekasi, Suryadi, mengakui potensi pasar ikan hias di Kota Bekasi masih menjanjikan bagi peternak. Bahkan untuk mendukung kalangan peternak ikan di Kota Patriot memiliki sarana promosi dalam bentuk pasar yang dibuka setiap malam Rabu dan malam Sabtu.

“Ikan hias di Kota Bekasi masih menjadi primadona untuk menambah pundi penghasilan. Kota Bekasi, memiliki sarana pusat promosi ikan hias di Jalan Pengasinan Rawa Lumbu. Bagi pecinta ikan hias bisa hadir malam Rabu dan malam Sabtu sesudah salat Isya,” kata Suryadi, Senin (8/10/2018).

Menurutnya, semua jenis ikan hias hadir, di pusat promosi ikan hias Rawalumbu. Karena di pasar tersebut ajang berkumpulnya para peternak dan pecinta ikan hias di Kota Patriot. Itu akan menjadi lumbung berbagai jenis ikan hias dari petenak di 12 Kecamatan di Kota Bekasi.

Ketua Asosiasi Ikan Hias Kota Bekasi, Suryadi – Foto Muhammad Amin

Dikatakan, berbagai upaya telah dilakukan dalam mempromosikan pusat promosi ikan hias di Kota Bekasi. Bahkan ia mengakui Walikota Bekasi sangat menyukai berbagai jenis ikan dan kerap hadir di pasar ikan hias Kota Bekasi.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Jawa Barat merupakan sentral ikan hias di Indonesia, dan penyumbang terbesar ikan hias adalah Bekasi Kota dan Kabupaten. Hal itu sudah diakui,  pangsa pasarnya masih menjanjikan dengan sistem ekspor ke berbagai negara tujuan.

“Indonesia sebagai negara terbesar kelima yang ekspor ikan hias, berbagai jenis ikan dari negara lain ada di Kota Bekasi. Peternak ikan di Kota Bekasi, memiliki berbagai jenis ikan dari luar yang dibudidayakan. Saya sendiri di rumah membudidayakan tiga jenis ikan, seperti hias Garrarufa dari Turki, ikan Black Ghost Amerika Latin, dan ikan Polypterus Delhezy,” ujar Suryadi.

Suryadi lebih lanjut menyampaikan soal keluhan peternak adalah dibatasinya ekspor impor ikan melalui peraturan menteri No. 40 tahun 2014. Jika ini tidak segera dicabut, Indonesia sebagai pengekspor ikan terbesar kelima di dunia akan kalah dengan pemain baru seperti negara Vietnam dan lainnya.

“Aturan itu bisa menyetop budidaya ikan, dan kita akan terhalang dalam melakukan ekspor ke berbagai negara. Dan yang dirugikan tentu peternak ikan sendiri yang sudah lama berjalan. Adanya aturan itu selain merugikan devisa negara, banyak petani ikan akan terganggu,” tegas dia.

Baca Juga
Lihat juga...