Bir Pletok, Peluang Usaha Hangat di Bekasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

280

BEKASI – Berbagai usaha kecil menengah (UKM) terus berkembang di Kota Bekasi, dengan mengangkat produk tradisional yang terpinggirkan. Salah satunya adalah Bir Pletok, minuman tradisional yang populer di era kolonial ini, terbilang sukses menjajaki pasar di Kota Bekasi.

Peluang itu, oleh Abdul Latif, tidak disia-siakan, dengan memanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), ia berhasil mengembangkan usaha Bir Pletok yang mereka kasih nama Bir Pletok Bang Zaki. Usaha itu pun sukses, setidaknya Latif dan dua temannya bisa meraup pundi penghasilan jutaan rupiah per bulan.

“Awalnya Bir Pletok ini, dibuat oleh ibu-ibu di lingkungan Kelurahan Mustikajaya. Tetapi mandek, akhirnya kami dapat binaan dari Baznas dan terus berkembang sampai sekarang. Maka kami kasih nama Bir Pletok Bang Zaki, nama paduan dari Baznas,”ujar Latif pelaku produksi Bir Pletok Bang Zaki, Selasa (2/10/2018).

Dikatakan, produksi awal dibuat sebanyak lima liter, dan dimasukkan dalam kemasan botol ukuran 300 cc. Dijual di lingkungan Kelurahan Mustikajaya, penerimaannya cukup bagus dan terus berkembang.

“Kami jadikan warga sekitar sebagai tim pemasaran seperti reseller dan juga sebagai vendor botol. Jadi botol ini disediakan warga, mereka terbantu disamping mendapat fee dari penjualan juga botolnya akan dibeli lagi,” paparnya.

Meski sudah mendapatkan keuntungan dari produksi Bir Pletok Bang Zaki, Latif mengaku bahwa usaha itu masih sebagai sampingan sambil kerja, karena untuk meracik bahan baku bisa dikerjakan pada malam hari. Dia berharap, suatu saat Bir Pletok ini bisa menjadi profesi utama.

“Untuk pengerjaan bahan baku, kami bertiga dengan peran masing-masing, seperti memasarkan, dan mengantar ke pemesan. Produksi bisa dilakukan malam setelah bekerja,” tutur Latif.

Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsi pada malam hari sebagai penghangat.

Lalu seperti apa Bir Pletok? Latif menjelaskan bahwa Bir Pletok adalah minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah, seperti jahe, serai, kapulaga, cengkeh dan kayu manis. Ada tambahan Kayu Secang yang memberi warna merah jika diseduh dengan air panas.

Cara pembuatan jahe emprit (kecil) digeprek kasar, baru direbus, kapulaga cengkeh dan kayu manis, direbus sampai mendidih baru dimasukkan gula, kayu secang, dan sereh. Untuk penyimbang rasa, paling akhir dikasih garam. Garam ini, sebagai penyimbang rasa, tidak perlu banyak, secukupnya saja.

Dalam produksi 5 liter bir pletok, bahan bakunya jahe 500 gram, gula putih 500 gram, rempah seperti cengkeh 10 buah, sereh 10 batang atau satu biji pala, dan lima liter itu bisa untuk 20 botol dengan ukuran 300 mililiter (ml).

“Kami masih produksi sesuai permintaan. Untuk penitipan masih belum maksimal, dalam sebulan bisa habis sampai 500 botol. Tetapi tergantung juga, tidak pasti. Rata-rata bisa habis sampai 250 botol dengan harga dari kami Rp10 ribu,” papar Latif.

Dia mengakui, saat ini permintaan cukup lumayan seperti dari koperasi masjid, dan warung warung tertentu. Tetapi itu belum terlayani semua, karena bir Pletok Bang Zaki, masih berupaya mengurus legalitas perizinan kesehatan seperti MD. Disamping itu, sedang berupaya mencari terobosan agar Bir Pletok bisa awet karena tanpa bahan pengawet buatan.

“Kita juga masih mencari terobosan formulasi, Bir Pletok bisa menjadi serbuk dan bisa dinikmati di mana saja. Untuk perizinan cair lebih susah. Bir pletok ini bisa tahan sampai dua bulan,” tegas Latif.

Bir Pletok, minuman tradisional Betawi, semua rempahnya memiliki fungsi penting bagi kesehatan dan mampu menambah daya tahan tubuh. Bir Pletok, memiliki sejarah tersendiri di era kolonial, dimana orang Belanda di Jakarta banyak mengonsumsi alkohol untuk menghangatkan tubuh. Oleh orang Betawi dibuatlah minuman tandingan yang menyerupai bir, tetapi khasiat dan rasanya berbeda.

“Bir Pletok sampai sekarang tetap melegenda di Kota Bekasi dan daerah lainnya, terus dikembangkan oleh UKM. Tetapi, tidak sedikit mereka yang muda, belum mengenal apa itu Bir Pletok,” ungkap Latif yang memiliki mimpi Bir Pletok bisa masuk di minimarket, sebagai minuman di malam hari.

Latif mengakui, Bir Pletok bisa dikonsumsi dalam suasana apa pun. Untuk lebih menambah sensasi, Bir Pletok bisa diminum dengan es batu, dan ditambah perasan jeruk nipis. Atau, bisa juga ditambah susu kental manis.

Baca Juga
Lihat juga...