BNPB Sarankan Semua Pihak tak Beri Bantuan Susu Formula

Editor: Koko Triarko

171
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho - Foto: Dok. CDN
JAKARTA — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyarankan kepada semua pihak, untuk tidak memberikan bantuan berupa susu bayi (susu formula). Hal ini dikhawatirkan susu bayi tersebut tidak steril, sehingga menimbulkan penyakit.
“Kita mengimbau kepada masyarakat, swasta, jangan memberikan bantuan kepada korban bencana berupa susu, khusus untuk bayi, karena susu memerlukan penanganan, perlu persiapan yang baik,” kata Sutopo, di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (7/10/2018).
Menurut Sutopo, dalam situasi pengungsian tentu sangat terbatas, terutama air bersihnya. Sehingga alat untuk mensterilkan botol dan dot sulit, karena harus direbus, sebab hanya air yang bisa mengaduk susu bayi tersebut.
“Maka, dikhawatirkan hal itu malah membuat para bayi dan balita mengalami diare hingga dehidrasi. Bahkan, hal itu sudah berdasarkan kebijakan bersama dengan beberapa pihak yang berkompeten di bidangnya,” ujarnya.
Lebih jauh, Sutopo mengatakan, sudah ada kebijakan bersama dengan UNICEF (United Nations Children’s Fund), Kemenkes (Kementerian Kesehatan), setiap bencana darurat selalu mengimbau, agar tak memberikan bantuan susu bayi.
“Dalam persiapan membuat susu harus benar-benar steril. Sedangkan di tempat pengungsian, kondisinya sangat terbatas, sehingga pemberian susu bayi saat pengungsi bencana tidak tepat,” ungkapnya.
Sutopo menambahkan, masa pencarian dan evakuasi secara resmi akan berakhir pada 11 Oktober, mendatang. Meskipun secara resmi sudah dihentikan, tapi proses pencarian tetap terus dilakukan, baik oleh relawan maupun dari pihak lain.
“Hingga Minggu (7/10) pukul 13.00 WIB, BNPB mencatat korban jiwa akibat gempa dan tsunami yang melanda Donggala-Palu dan sekitarnya sudah mencapai 1.763 orang. Dengan rincian, di Kabupaten Donggala 159 jiwa, Palu 1.519 jiwa, Sigi 69 jiwa, Parigi Moutong 15 jiwa, dan Pasar Kayu sebanyak 1 orang,” jelasnya.
Baca Juga
Lihat juga...