Buah Semangka, Pelepas Dahaga di Saat Terik

Editor: Koko Triarko

175
Buah semangka yang telah dibelah dan diiris menjadi bagian kecil nampak kelihatan segar. –Foto: Turmuzi
LOMBOK – Cuaca panas selama musim kemarau sekarang, menikmati minuman segara menjadi pilihan sebagian warga  untuk melepas rasa dahaga, lebih-lebih masyarakat petani yang selama seharian menjalani aktivitas mengelola lahan pertanian di bawah terik matahari.
Selain minuman segar berupa es dan buah kelapa, semangka termasuk jenis buah cukup banyak dibeli warga sebagai minuman pelepas dahaga, mengingat sekarang ini memang sedang berlangsung musim buah semangka.
Udin, petani sekaligus penjual buah semangka Kabupaten Lombok Tengah. –Foto: Turmuzi
“Kalau musim panas begini, buah semangka banyak dibeli warga sebagai minuman, baik untuk dinikmati di rumah maupun saat bekerja di sawah” kata Udin, petani dan penjual buah semangka Desa Kateng Lombok Tengah, Sabtu (6/10/2018).
Apalagi, sekarang memang sedang musim panen tembakau, dengan cuaca panas, buah segar seperti semangka sangat cocok sebagai minuman pengganti es, karena kandungan air yang banyak, bisa juga sebagai buah pelepas rasa dahaga.
Selain memang sebagian besar kondisi buah semangka dijual masih segar, karena baru dua sampai tiga hari dipanen. Teriknya panas matahari juga membuat rasa buah semangka terasa semakin manis.
“Buah semangka itu, semakin cuaca panas, rasanya akan terasa lebih manis, makanya banyak disukai”, katanya.
Fatma, petani tembakau mengaku, setiap masa panen daun tembakau, dirinya selalu membeli buah semangka sebagai minuman bagi buruh yang memamerkan tembakau miliknya.
Kalau pembeli lain umumnya menyukai buah semangka yang baru sehari dua hari usai dipanen, Fatma justru menyukai buah semangka yang telah didiamkan selama dua sampai tiga hari.
“Menikmati buah semangka yang baru saja dipanen memang lebih segar, tapi kalau soal rasa, buah semangka sebenarnya akan terasa lebih manis kalau didiamkan selama dua sampai tiga hari usai dipanen,” katanya.
Baca Juga
Lihat juga...