Bulog Jember Lakukan Operasi Pasar Hingga Akhir 2018

Editor: Mahadeva WS

131
Wakil Kepala Bulog Sub Divre XI Vika Treshna. Foto: Kusbandono.

JEMBER – Masa panen raya padi di semester kedua 2018 mulai berkurang. Harga beras mulai menunjukan kecenderungan naik. Untuk menjaga agar harga beras tetap stabil di masa bukan panen raya, Bulog Sub Divre XI Jember, melakukan Operasi Pasar (OP) beras, hingga akhir 2018.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre XI, Vika Treshna mengatakan, beras yang digunakan untuk OP adalah beras cadangan pemerintah. Total stok yang disediakan sebanyak 26.841 ton beras. “Titik pelaksanaan operasi pasar di sepanjang tahun ini, lebih banyak di fokuskan di pasar-pasar tradisional, yang tersebar hampir diseluruh wilayah kecamatan di kabupaten Jember. Selain itu operasi pasar juga di lakukan di pusat-pusat keramaian, seperti alun-alun saat banyak masyarakat yang mengadakan kegiatan di lokasi tersebut.” Kata Vika kepada Cendana News, Senin (8/10/2018).

Untuk respon masyarakat terhadap operasi pasar, disebutnyam mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan, banyak masyarakat di Jember yang mengkonsumsi beras kualitas premium. Sedangkan beras yang dijual dalam OP adalah beras dengan kualitas medium.

Meski demikian, Vika optimistis, jika pelaksanaan OP beras, cukup mampu menjaga kestabilan harga beras di pasaran. Sehingga lonjakan harga beras dapat dikendalikan pada harga yang wajar. “Saat ini harga beras kulitas medium stabil di harga Rp.9500 perkilogram sedangkan beras kualitas premium Rp11.000 perkilogram,” tambah Vika.

Menurutnya, stok beras ada 50.000 ton, terdiri dari stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 26,8 ribu ton, dan beras komersial sebanyak 23,5 ribu ton. Cadangan beras tersebut, tersimpan di lima gudang Bulog Jember yang berada di Mangli, Pecoro, Jambearum, Kertosari, dan Yosorati. “Dengan banyaknya stok tersebut, diharapkan harga beras di pasaran stabil karena pihak Bulog terus melakukan operasi pasar CBP di sejumlah pasar tradisional sepanjang tahun untuk menjaga kestabilan harga beras di pasaran,” tuturnya.

Vika menjelaskan, Bulog Jember tidak bisa memberikan jaminan dan kepastian, bahwa harga beras di pasaran akan stabil, dengan banyaknya stok beras yang dimiliki. Bulog terus berusaha dan berupaya untuk menjaga stabilitas harga beras. Untuk menjaga harga beras tetap stabil, diupayakan stok beras cukup aman untuk memenuhi kebutuhan warga di Jember.

Selain itu, Bulog Jember terus melakukan penyerapan beras dan gabah dari petani dan mitra petani, dengan target prognosa di 2018 sebanyak 100 ribu ton lebih, dan hingga kini sudah terealisasi 66,80 persen. “Mudah-mudahan target serapan beras tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun dengan mengacu pada standar Bulog,” tambahnya.

Hampir setiap tahun, stok beras di Kabupaten Jember selalu surplus. Jember masuk kabupaten lumbung pangan di Jatim. Bahkan Perum Bulog Jember setiap tahun mengirimkan sebagian stok beras ke luar daerah yang kekurangan stok beras sesuai dengan instruksi Bulog pusat.

Baca Juga
Lihat juga...