Bulog Kaltimra Mulai Kenalkan Program ‘On Farm’ ke Petani

Editor: Koko Triarko

164
Kepala Divisi Regional Kaltim dan Kaltara, Muhammad Anwar. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Badan Urusan Logistik Divisi Regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, akan menggandeng petani lokal dengan program on farm (Usaha Tani) untuk merealisasikan penanaman padi. Ada pun daerah yang akan disasar adalah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Divisi Regional Kaltim dan Kaltar, Muhammad Anwar, mengungkapkan program itu rencananya akan jalan pada November 2018, dan kini upaya pengenalan program usaha tani itu telah dilakukan ke petani.
“November mulai jalan, kami sudah kenalkan program ini ke petani,” ucapnya Jumat (12/10/2018).
‘On Farm’ adalah kegiatan hulu untuk menghimpun gabah/beras dari kelompok tani, sebagai upaya untuk memperkuat pasokan bahan baku. Melalui program ini, petani akan diberikan bantuan modal dari penanaman bibit, perawatan hingga panen.
“Selanjutnya hasil tani akan diserap Bulog. Kami ijuga melakukan pendampingan dengan menghadirkan akademisi bidang pertanian,” paparnya.
Anwar menjelaskan, dipilihnya Kabupaten PPU karena daerah tersebut merupakan sentra produksi beras medium, dan menjadi tulang punggung pengadaan beras di Kaltim.
Hingga September 2018, realisasi pengadaan beras mencapai 4.357 ton dari 4.500 ton yang ditargetkan. Seluruhnya berasal dari PPU.
“Jumlah itu terus meningkat dari realisasi tahun lalu, yang hanya 3.719 ton dari 15 ribu ton yang ditargetkan,” sebutnya.
Untuk diketahui, on farm terdiri berbagai pola. Meliputi On Farm Mandiri Bulog, yakni usaha tani yang didanai dan dikelola oleh Perum Bulog di lahan milik sendiri atau lahan sewa milik pihak lain. Ada juga On Farm Mandiri Petani, berupa kegiatan usaha tani yang didanai dan dikelola oleh mitra kerja On Farm di lahan milik sendiri atau lahan sewa milik pihak lain, dan Perum Bulog dapat melakukan pendampingan serta membeli hasil panennya.
Selanjutnya, On Farm kemitraan, yakni kegiatan kerja sama usaha tani antara Perum Bulog dan mitra kerja, dengan kewajiban Perum Bulog memberikan paket pinjaman saprodi, dan kewajiban mitra kerja membayar kembali setelah panen.
Baca Juga
Lihat juga...