Bursa Inovasi Desa, Beri Keuntungan UKM Sikka

Editor: Mahadeva WS

217

MAUMERE – Pameran Bursa Inovasi Desa, yang dilaksanakan di halaman gedung Sikka Inovation Center (SIC), memberikan keuntungan bagi para pedagang Usaha Kecil dan Manengah (UKM), yang menjual berbagai produk.

Dwi Angelina Ester Santoso,pendamping disabilitas dari yayasan Profisio Mof. Foto : Ebed de Rosary

“Pameran seperti ini sangat efektif, agar kami bisa memperkenalkan produk yang dihasilkan para disabilitas. Di kabupaten Sikka, jarang sekali dilaksanakan pameran seperti ini,” sebut Dwi Angelina Ester Santoso, pendamping disabilitas dari yayasan Profisio Mof,Sabtu (13/10/2018).

Diharapkan Ester, pameran seperti Bursa Inovasi Desa, bisa rutin digelar oleh pemerintah, sebagai fasilitator para perajin dan UKM. Sehingga kelompok binaan di desa mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk hasil karyanya. “Sebaiknya pameran seperti ini digelar minimal sebulan sekali, dan difasilitasi pemerintah dengan menyediakan stan pameran. Peserta bisa juga dipungut bayaran untuk sewa stan tetapi jangan terlalu besar biayanya,” harapnya.

Ester menyayangkan, pameran tersebut hanya berlangsung sehari. Hal itu disebutnya menjadikan pameran kurang efektif. Dari analisanya, pameran tersebut idelanya digelar selama tiga hari, dan dilaksanakan di akhir pekan. “Coba kalau dilaksanakan selama tiga hari, pasti perajin dan pelaku UKM mendapatkan untung yang lumayan. Kemarin saja walau hanya sehari, produk kami terjual Rp500 ribu, lumayan sebab efektif mulai ramai pembeli sejak pagi hingga siang hari saja,” tuturnya.

Pelaku UKM lainnya, Margareta Setia Rahayu, mengaku mendapatkan keuntungan  dengan ikut pameran Bursa Inovasi Desa, yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sikka. “Kesempatan seperti ini sangat bermanfaat buat kami, pelaku UKM di Sikka, sebab kami bisa memperkenalkan produk kami. Saya bersyukur kemarin produk keripik singkong Wailiti saya bisa meraup keuntungan hingga Rp1 juta,” tuturnya senang.

Eta sepakat, pameran seperti Bursa Inovasi Desa, harus rutin diselenggarakan pemerintah. Pameran yang melibatkan para pelaku usaha dari desa tersebut, bisa membantu memperkenalkan hasil karya UKM. “Dengan mengikuti pameran, pengrajin dan pelaku usaha di desa juga bisa belajar dari pelaku usaha lainnya mengenai bagaimana cara menjual produk dan memperkenalkan produk mereka,” ungkapnya.

Pameran juga bisa membuat pelaku usaha bisa saling berbagi pengalaman, dan mendapatkan masukan dari pembeli, untuk memperbaiki produk yang dihasilkan.

Y.Theresiana Hesti, dari Perkumpulan Aktifis Peduli Hak Anak (PAPHA) Maumere, mengaku mendapatkan manfaat dengan penyelenggaraan pameran tersebut. Di pameran Dia bisa memperkenalkan program kepada masyarakat, terutama pemerintah desa. “Kegiatan pameran sangat efektif sebab selain bermanfaat bagi pelaku UKM memperkenalkan produk mereka, kami dari LSM dan berbagai organisasi bisa juga memperkenalkan program kami kepada pemerintah dan masyarakat luas,” tuturnya.

Baca Juga
Lihat juga...