Cegah Banjir, Normalisasi Empat Belas Waduk di Jakarta

Editor: Satmoko Budi Santoso

149

JAKARTA – Kepala Dinas Sumber Daya Manusia (SDM), Teguh Hendrawan, menuturkan terus berupaya menyelesaikan normalisasi pada 14 waduk di Jakarta agar banjir yang melanda Jakarta dapat dikategorikan minim.

“Dinas SDA sudah melakukan kegiatan normalisasi di 14 lokasi waduk. Kami juga lakukan upaya pengerukan bahkan perbaikan infrastruktur,” ujar Teguh di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018).

Salah satunya adalah Waduk Setu Babakan dan Waduk Kampung Rambutan yang sudah dinormalisasikan.

“Kita memang belum masuk ke kali atau sungai, karena itu kewenangan Balai. Tapi kita sudah melakukan di Setu Babakan, kemudian juga Kampung Rambutan yang semuanya sudah dikonsep naturalisasi. Kita ambil yang nggak berisiko. Kalau waduk kan clean and clear lahan milik kita,” tuturnya.

Menurut Teguh, musim hujan pada tahun ini diprediksi mulai November. Pihaknya menuturkan ancaman banjir diperkirakan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

“Memang diprediksi sama seperti pada tahun lalu. Intensitas curah hujan akan tinggi di kawasan selatan dan timur Jakarta. Sudah 3 tahun selama saya jadi kepala dinas,” paparnya.

Dia mengatakan, terus melakukan penanganan banjir setiap tahun supaya terus membaik. Dia yakin bahwa banjir pada tahun ini tidak akan sampai berhari-hari.

“Ada yang memang banjir berulang-ulang, ada yang memang intensitasnya paling lama sekitar 3 jam. Jadi ini sudah merupakan sesuatu ya katakanlah pengurangan terkait masalah banjir, artinya ini kita lebih cepat tanggap,” tuturnya.

Penanganan banjir di Jakarta akan semakin baik apabila pembangunan Bendungan Sukamahi di Ciawi yang dibangun pemerintah selesai.

“Tadi disampaikan oleh Kepala Balai Ciliwung Cisadane, salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan bendungan Sukamahi, Ciawi Bogor yang sekarang prosesnya mencapai 35 persen,” pungkasnya.

Selanjutnya, kata Teguh, DKI Jakarta juga sudah melakukan koordinasi dengan daerah penyangga, yakni Bogor, Depok, dan Tangerang. Teguh optimistis, banjir di Jakarta akan jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.

“Yang jelas, kalau dihitung secara kuantitas, jumlah titik banjir dan titik genangan jauh berkurang,” sebutnya.

Dia mengaku, telah melalukan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai upaya antisipasi tersebut. Bahkan Teguh berharap agar masyarakat bisa turun langsung dan ikut terlibat dalam upaya tersebut.

“Pengelolaan pengawasan dan area kan di masyarakat. Jadi masyarakat sendiri yang merasakan dampak dari naturalisasi ini. Termasuk juga kesiapan banjir, masyarakat diikutsertakan. Peran aktif bagaimana siaga 1, 2, 3 ini kan jadi standar baku kita,” imbuhnya.

Diketahui, berikut titik ke-14 waduk itu seperti Setu Babakan, Waduk Kampung Rambutan 1, Waduk Kampung Rambutan 2, Waduk Pondok Rangon, Situ Rawa Minyak, Waduk Cilangkap Gili Kencana, Waduk Cimanggis, Waduk Jalan Kaja, Waduk Jalan Kaja II, Waduk Pekayon, Embung Aselih, Situ Rawa Minyak, dan Waduk Jagakarsa.

Baca Juga
Lihat juga...