Christine Lagarde: Kebijakan Terlalu Longgar Bisa Sebabkan Krisis

Editor: Koko Triarko

155
BADUNG – Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, mengingatkan, kebijakan yang terlalu longgar bisa menyebabkan krisis seperti pada 2008.
“Saya fokus pada light touch regulation. Sebab, ada risiko dari soft touch (regulation) sebelum krisis 2008,” kata dia.
Karenanya, ia memandang perlu ada kebijakan yang tegas di bidang ekonomi digital, khususnya yang berkaitan dengan keuangan, seperti financial technology (fintech).
Untuk itu, IMF dan Bank Dunia merilis 12 pokok bahasan terkait fintech, yang diharapkan menjadi acuan bagi seluruh pemangku kebijakan di dunia. “Saya harap, ini (12 prinsip) bisa menjadi agenda yang dilihat banyak negara,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo, dalam sambutan pada iven IMF-WB menyatakan, pemerintahan akan menerapkan kebijakan yang longgar atau light touch regulation bagi pelaku usaha ekonomi digital. Hal ini bertujuan, supaya para pelaku bisa berinovasi tanpa terbebani oleh peraturan yang terlalu kaku.
Presiden asal Solo, Jawa Tengah ini mencontohkan, internet lahir di Amerika Serikat (AS) pada 20 tahun lalu. Kemudian inovasi ini melahirkan industri baru seperti America Online (AOL) dan Yahoo.
“Yang membuat internet boom adalah keputusan regulasi yang sangat modern dari Bill Clinton,” kata dia di Bali International Convention Center, Bali, Kamis (11/10/2018).
Berkaca dari kondisi tersebut, pemerintah akan menetapkan dua hal terkait peraturan di bidang ekonomi digital. Pertama, regulasi yang ramah dan akuratif, sehingga mencegah intervensi pemerintah yang  berlebih.
Kedua, pihaknya akan memberi ruang bagi para kreator untuk menciptakan inovasi tanpa khawatir melanggar aturan, bila eksperimen mereka gagal. Sama seperti setengah abad lalu, pemerintah juga tak mau terburu-buru mengatur industri ini.
Hanya saja, kata Pesiden ke-7 Indonesia ini, di satu sisi pemerintah juga harus memastikan adanya perlindungan terhadap masyarakat atas inovasi tersebut.
“Eksperimen mungkin gagal, tapi tanpa itu tidak ada inovasi. Maka, sangat kontradiktif, bila bicara inovasi tapi menghukum kegagalan secara berlebihan. Kita tahu, sebuah eksperimen meningkat dan memberi dampak pada ekonomi dan fondasi dari internet yang kami gunakan saat ini,” ujarnya.
Presiden menyadari, dewasa ini banyak masyarakat di dunia sudah terakses ke internet. Bila pemerintah mengatur terlalu ketat dan hal ini tidak segera dicari solusinya, maka para pengguna ini justru akan melakukan hal-hal yang di luar regulasi.
Untuk itu, menurutnya, pemerintah semestinya memahami teknologi terkini dan pemanfaatannya oleh masyarakat. Lalu, memastikan masyarakat tidak dirugikan oleh teknologi.
Baca Juga
Lihat juga...