Damandiri Hadirkan Kembali Senyum Sehat Puluhan Warga Samiran  

Editor: Mahadeva WS

282
SOLO – Yayasan Damandiri terus berupaya mewujudkan peningkatan kesejahteraan warga Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Yayasan yang didirikan oleh HM Soeharto ini telah menyentuh berbagai aspek kehidupan yang dibutuhkan masyarakat di daerah itu.
Tidak hanya menyulap rumah yang awalnya tidak layak huni menjadi penginapan yang bagus, namun juga pendampingan dan pemberian bantuan modal usaha. Hal demikian telah membuat warga desa setempat yang semula hanya bertani dan buruh lepas, memiliki usaha baru di bidang pariwisata, dengan memanfaatkan potensi setempat, yakni wisata alam Gunung Merapi dan Merbabu.
Kini, giliran aspek di bidang kesehatan digarap oleh Yayasan Damandiri. Bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Boyolali, Alumni Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PSMKGI) serta Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Yayasan Damandiri melakukan pemeriksaan gigi dan pemasangan gigi palsu, gratis.
Dokter Yudi, Ketua Penyelenggara Bakti Sosial pemasangan gigi palsu bagi Warga Desa Samiran, yang diadakan oleh Yayasan Damandiri -Foto: Harun Alrosid
“Saat ini, kami melayani sekitar 25 warga untuk pemasangan gigi secara gratis. Khususnya warga yang berada di Samiran,” kata dr. Yudi, Ketua Penyelenggara Bakti Sosial yang diselenggarakan di Warung Damandiri, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (13/10/2018).
Bakti Sosial pemasangan gigi palsu bagi warga tersebut, merupakan inisiatif dari Yayasan Damandiri, yang sebelumnya mengetahui banyak warga Samiran yang ompong, atau tidak lagi memiliki gigi. Warga yang bergigi ompong dinilai kurang bagus saat senyum lebar.
“Berawal dari itu, Pak Bob Hasan meminta agar warga yang giginya ompong dibantu pemasangan gigi palsu. Nah, selama tiga hari ini kegiatan bakti sosial ini dilakukan,” kata Yudi.
Bakti sosial yang didukung sepenuhnya oleh Yayasan Damandiri tersebut, meliputi bedah mulut, konservasi, periodonsi dan prostodonsi. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (12-14/10/2018), dan banyak warga yang hadir ingin memasang gigi palsu secara keseluruhan.
Rata-rata, warga desa setempat saat ini ompong lebih dari separuh, bahkan ada banyak yang semua giginya sudah habis. “Ada yang dicabut tiga, empat. Nah, setelah dicabut ini selanjutnya diproses untuk pencetakan gigi palsu. Sehingga ada warga yang membutuhkan waktu lama untuk bisa memasang semua gigi palsu. Pemasangan gigi palsu juga sudah mulai dikerjakan hari pertama kemarin dan berakhir minggu besok,” imbuhnya.
Proses pencetakan gigi palsu untuk senyum sehat senyum negeri yang diselenggarakan oleh Yayasan Damandiri – Foto: Harun Alrosid
Sebanyak 25 warga yang mengikuti bakti sosial pemasangan gigi palsu, mengaku sangat senang. Selain bisa kembali tersenyum lebar, warga juga sangat teringankan bebannya.
Pasalnya, untuk memasang gigi palsu, rata-rata harus mengeluarkan uang antara Rp300.000 hingga Rp400.000. Tapi saat ini, warga bisa mendapatkan gigi palsu secara cuma-cuma alias gratis.
“Sangat meringankan sekali. Bagaimana, tidak? Saya pernah mau ganti gigi di luar, satu gigi biayanya Rp700 ribu. Yang ini alhamdulillah, gratis. Apalagi, gigi yang harus saya ganti, banyak. Kalau dikalikan sudah habis berapa juta,” kata Marjuki, salah satu warga Desa Samiran.
Warga yang mengaku harus mengganti 10 giginya ini tidak bisa membayangkan, jika harus membayar biaya secara keseluruhan. Ia pun berharap, masyarakat Desa Samiran yang semula malu-malu untuk membuka mulut lebar, saat ini tak malu lagi. Senyum warga Samiran menjadi ‘senyum sehat dan senyum negeriku’, seperti halnya tema yang diangkat dalam kegiatan bakti sosial tersebut.
“Terima kasih banyak Damandiri. Bisa membuat kami kembali punya senyum bahagia,” kata Siyam Paijem, warga penerima bantuan gigi palsu, lainnya.
Baca Juga
Lihat juga...