Dampak Banjir Pasaman Barat, Terbesar di 15 Tahun Terakhir

203
Ilustrasi [CDN]

SIMPANG EMPAT – Banjir di Kabupaten Patsaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi sejak Kamis (11/10/2018), mengakibatkan kerusakan pada lebih dari seribu haktare lahan pertanian atau sawah.

“Dampak banjir saat ini, terbesar dalam 15 tahun terakhir. Tidak saja menyebabkan ribuan rumah terendam serta merusak infrastruktur, tetapi juga menggagalkan tanaman pertanian warga,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan, Kabupaten Pasaman Barat, Sukarli didampingi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah, Yosmar Difia, Sabtu (13/10/2018).

Data sementara, luas tanaman padi masyarakat yang rusak berat atau gagal panen akibat banjir mencapai 1.047 hektare, tanaman jagung seluas 189 hektare, tanaman kacang tanah seluas tiga hektare, tanaman cabai seluas 1,5 hektare dan tanaman jeruk seluas 64 hektare. “Itu data sementara yang berhasil dikumpulkan. Masyarakat sangat mengalami kerugian akibat banjir ini, karena tanaman ada yang akan panen,” tambahnya.

Dari total kerusakan itu, kerusakan lahan pertanian di Kecamatan Luhak Nan Duo terdiri dari, padi mengalami kerusakan seluas 85 hektare, jagung seluas lima hektare dan dua ekor sapi hanyut. Di Kecamatan Kinali, tanaman padi yang rusak seluas 70 hektare, Kecamatan Lembah Melintang tanaman padi yang rusak seluas 125 hektare, jagung seluas 32 hektare.

Di Kecamatan Ranah Batahan areal tanaman padi yang rusak seluas 270 hektare dan tanaman jagung seluas 10 hektare. Kecamatan Pasaman, tanaman padi yang rusak seluas 100 hektare tanaman jagung seluas 65 hektare dan jeruk seluas 64 hektare. Di Kecamatan Talamau, tanaman padi seluas 12 hektare dan jagung lima hektare. Di Kecamatan Koto Balingka tanaman padi yang rusak seluas 75 hektare, di Kecamatan Sungai Beremas tanaman padi yang rusak 46 hektare dan jagung lima hektare.

Sedangkan di Kecamatan Sungai Aur tanaman padi yang rusak seluas 150 hektare, jagung 50 hektare dan kacang tanah seluas tiga hektare. Selanjutnya di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie tanaman padi yang rusak seluas 60 hektare, jagung 10 hektare dan tanaman cabai seluas 1,5 hektare. Serta Kecamatan Gunung Tuleh tanaman padi yang rusak seluas 55 hektare dan jagung seluas tujuh hektare. “Itu data sementara yang berhasil dikumpulkan. Tidak tertutup kemungkinan akan bertambah,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...