Debit Air Menyusut, Warga Panengahan Tunda Bercocok Tanam

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

149

LAMPUNG — Puluhan hektare lahan pertanian padi sawah, jagung dan sayuran di wilayah Kecamatan Penengahan di antaranya Desa Kelaten, Desa Pasuruan, Desa Banjarmasin terpaksa menunda bercocok tanam dikarenakan minimnya pasokan air.

Tukiyo (60), warga Desa Kelaten menyebutkan, meski tetap ada, namun bendungan sungai Way Tuba Mati yang mengalir dari Gunung Rajabasa pada saat kemarau debit air menyusut.

Sejumlah petani yang tetap menggarap lahan sawah untuk bertani merupakan pemilik lahan sawah yang berdekatan dengan sungai. Mereka terpaksa memanfaatkan mesin sedot untuk mengairi sawah yang sudah terlanjur digarap.

“Petani yang memiliki modal bisa membeli mesin sedot sehingga masih bisa membendung aliran sungai Way Tuba Mati yang debitnya menyusut,” terang Tukiyo saat ditemui Cendana News, Rabu (3/10/2018)

Tukiyo menyebutkan, Bendungan Way Tuba Mati selama ini kerap dimanfaatkan oleh sejumlah petani sebagai sumber pengairan lahan pertanian dengan adanya fasilitas irigasi yang disiapkan. Dengan panjang mencapai dua puluh meter dan lebar lima meter bahkan sebagian mengalami pendangkalan sekaligus ditumbuhi tanaman air.

Pemeliharaan bendungan dan aliran dilakukan oleh kelompok tani terutama saat musim hujan akibat sampah yang kerap dibuang ke sungai.

“Saat musim kemarau sungai Way Tuba Mati terlihat bersih tapi saat hujan sampah yang terbawa dan menyumbat saluran yang ada,” beber Tukiyo.

Tukiyo, salah satu petani di dekat sungai Way Tuba Mati menunda menanam padi selama kemarau [Foto: Henk Widi]
Bendungan sungai Way Tuba Mati yang mengalami penyusutan debit saat kemarau diakui juga oleh petani lain, Ngadiman (50). Pemilik lahan untuk menanam jagung seluas satu hektare tersebut mengaku penyusutan membuatnya tidak dapat bercocok tanam.

“Selama ini kami mengandalkan sungai Way Tuba Mati untuk menanam padi, jagung tetapi karena jauh dari sungai harus menunggu musim hujan,” beber Ngadiman.

Basir (36) salah satu petani yang sedang melakukan proses pemanenan padi menyebut, meski sungai Way Tuba Mati mengalami penyusutan, ia masih dapat menanam padi. Pasalnya jarak antara sungai dan lahannya cukup dekat sehingga dapat memanfaatkan mesin pompa.

“Meski mengeluarkan biaya ekstra saya dan sejumlah petani lain masih bisa menanam padi bahkan panen selama kemarau,” beber Basir.

Baca Juga
Lihat juga...