Desa Mandiri Lestari Argomulyo Kembangkan Potensi Pertanian Rumahan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

181

YOGYAKARTA — Masyarakat di Desa Mandiri Lestari Argomulyo Sedayu Bantul mulai mengembangkan potensi usaha pertanian holtikultura berskala rumahan. Hal itu dilakukan dengan membentuk sentra-sentra pembibitan berbagai macam jenis sayur-sayuran di rumah-rumah warga.

Selain dikonsumsi sendiri, hasil budidaya pembibitan berbagai macam sayuran ini juga dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan KWT di berbagai lokasi sekitar Sedayu maupun Bantul. Meski baru berjalan beberapa bulan terakhir, namun ternyata potensi usaha pertanian ini cukup menjanjikan.

Seperti dirasakan salah seorang warga pelaku usaha budidaya pembibitan sayuran, Yuni Astuti, asal dusun Kemusuk Lor, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Wanita lulusan Agronomi Universitas Wangsamenggala, yang kini menjadi Universitas Mercu Buana (UMB) Yogyakarta ini, mengaku menekuni usaha ini sejak enam bulan terakhir.

“Awalnya hanya menanam untuk dikonsumsi sendiri. Karena memang hobi menanam sayuran. Tapi lama-lama banyak yang minat dan ingin membeli. Saya pun kemudian mulai memperbanyak jenis sayuran untuk kemudian dijual,” ungkapnya saat ditemui Cendana News, baru-baru ini.

Memanfaatkan pekarangan depan rumahnya, Yuni memiliki puluhan jenis bibit sayuran. Mulai dari sawi super king, sawi san feng, sawi sendok, kembang kol, kobis hijau, cabai lalap, gambas, loncang, okra merah, brokoli, kobis ungu, bayam merah, bayam hijau dan berbagai macam jenis sayuran lainnya.

“Saya biasa jual berbagai jenis bibit sayuran ini mulai dari harga Rp200-Rp1.000, per biji. Sedang untuk sayuran yang sudah cukup besar berkisar dari Rp8 ribu hingga Rp10 ribu. Tergantung jenis dan ukurannya,” ungkapnya.

Yuni kerap melayani pesanan bibit sayuran dari para ibu-ibu rumah tangga, baik perorangan maupun yang tergabung dalam kelompok KWT. Selain untuk dikonsumsi, biasanya bibit sayuran ini juga kerap dimanfaatkan sebagai hiasan rumah maupun keperluan ajang lomba antar KWT.

“Biasanya itu ramai saat musim tertentu. Misalnya lebaran atau saat banyak digelar lomba KWT. Kemarin saya terakhir jual bibit sampai satu truk. Dikirim ke sekitar Bantul. Untuk nilainya ya mencapai sekitar Rp1 juta,” ungkapnya.

Salah seorang warga dusun Kemusuk Lor, Argomulyo Sedayu Bantul, Yuni Astuti tengah merawat bibit tanaman miliknya. Foto: Jatmika H Kusmargana

Selain Yuni, di dusun Kemusuk ini juga masih terdapat sejumlah warga lainnya yang juga menekuni usaha pembibitan sayuran semacam ini. Terbukti mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi, potensi ini pun dinilai harus terus dikembangkan. Terlebih Desa Mandiri Lestari Argomulyo telah memiliki Demplot Damandiri yang menjadi pusat percontohan, pengembangan dan pembelajaran di sektor pertanian.

Baca Juga
Lihat juga...