Didi Supandi, Sukses Jadikan Desa Tridayasakti Sentra Ikan Hias

Editor: Satmoko Budi Santoso

366

BEKASI – Menekuni bidang budidaya ikan hias sejak tahun 1986, membuat nama Didi Supandi tidak asing lagi di Bekasi Raya. Melalui ketekunannya, ia sukses mengangkat nama Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, sebagai salah satu sentra budidaya ikan hias.

Didi Supandi, sekarang memetik buah dari kerja kerasnya, dengan penyedia utama bahan ikan hias untuk diekspor ke berbagai negara. Dia juga kerap mendapat panggilan dari berbagai daerah untuk memberi pelatihan tatacara budidaya ikan hias.

Bisnis ikan hias memang tidak ada matinya, lantaran jumlah penggemar ikan hias terus berjibun, namun sayang potensi itu belum dikelola dengan baik oleh pemerintah. Disamping itu peminat budidaya ikan hias terbilang minim, padahal menjadi pembudidaya ikan hias mampu memberikan penghasilan lumayan besar setiap bulannya.

Didi Supandi menunjukkan koleksi ikan hias yang dibudidayakan di rumah. Ikan ini adalah jenis ikan hias Rainbow – Foto Muhammad Amin

“Ikan hias ini, adalah devisa buat negara maka harus mendapat perhatian. Kesempatan sukses masih terbentang luas. Tetapi sayang, minat masyarakat dalam sektor budidaya ikan masih minim,” ungkap Didi Supandi, Ketua Kelompok Tani Bina Mulya, Senin (1/10/2018).

Menurut Didi, jangan marah jika dunia selama ini, lebih mengenal negara Singapura sebagai penghasil ikan hias terbesar. Padahal ikan hias di negara itu, asalnya dari Indonesia yang diimpor dan dikembangkan lagi, sebelum dijual ke berbagai negara tujuan.

Didi pernah sukses dengan budidaya ikan hias jenis Rainbow. Klaim Didi, ikan itu asli Indonesia. Populasinya tersebar di daerah Papua. Ikan jenis Rainbow menjadi primadona baginya dan dikembangkan sendiri di rumahnya dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitarnya.

Setidaknya, puluhan jenis ikan hias yang dibudidayakan. Dari semua jenis itu adalah ikan hias jenis Rainbow asal Papua yang menjadi unggulan. Menurutnya, ikan hias jenis Rainbow, lebih mudah dalam perawatan. Dan lagi, kadar air di Tambun, cocok untuk jenis Rainbow.

Didi selama ini mengaku, jika ia hanya sebagai penyedia ikan hias, yang diambil oleh eksportir untuk dikirim ke berbagai negara terutama wilayah Eropa. Dia hanya konsen melakukan pembibitan dan pemeliharaan sampai dengan umur 4 bulanan.

“Sebenarnya, umur jual ikan hias Rainbow bervariasi. Ada umur satu bulan sudah bisa dijual, tergantung permintaan saja. Tetapi umumnya, ikan ini layak jual dengan harga maksimal setelah umur 4 bulan dari pembibitan. Soal pengembangan bisa dimanipulasi, setiap hari bisa bertelur,” ujarnya.

Ikan hias Rainbow, paparnya, hanya memiliki ukuran maksimal 10 centimeter, itu sudah dikatakan ukuran jumbo. Ikan Rainbow, jelas Didi, banyak ditemukan di ruang tamu sebagai ikan hias, untuk ukuran aquarius lanskap mini 30 x 30 cm bisa diisi 30 ekor.

“Ikan ini, biasa bergerombol, bahkan bisa bersama dalam satu aquarium sampai 10 jenis. Tidak masalah, ini jenis ikan damai. Soal makan sama dengan jenis ikan lain penganan pabrikan seperti pellet pur. Untuk pakan alam alami, seperti cacing merah jentik dan lainnya sama dengan ikan jenis lainnya juga,” tukas Didi.

Untuk harga, sambung Didi, ikan hias jenis Rainbow bisa berkisar dari Rp3500 sampai Rp4000/ekor. Tetapi ada juga harga jual di bawah harga itu. Tergantung jenis ikan, yang mahal adalah jenis ikan Rainbow Ayamaru. Ikan ini hanya ada di Indonesia tidak ada di negara lain.

Budidaya ikan, bagi Didi, sudah menjadi bagian dari hidupnya. Budidaya ikan hias telah ditekuni sejak muda, saat masih aktif dari Karang Taruna Desa Tridayasaksi. Di samping budidaya ikan, ia juga pernah menjadi tenaga pendidikan atau guru sekolah SMP dan SMA di sekitar Tambun Selatan.

Lokasi budidaya ikan dengan memanfaatkan pekarangan dan lingkungan rumahnya di Desa Tridayasaksi, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi – Foto Muhammad Amin

Sejak tahun 2000-an, dia mulai fokus untuk menekuni ternak ikan hias. Karena pasar ikan hias kian menjanjikan. Setidaknya di rumah sederhananya di ujung Desa Tridayasakti, saat ini ada sekitar 15 ribu ikan hias yang dibudidayakan dari jenis ikan Rainbow, Lohan, Cupang dan lainnya.

Memberi pelatihan dalam pelestarian ikan hias sudah menjadi kesehariannya. Jika dipanggil ke daerah tertentu, maka dia akan segera memberi pelatihan.

Tidak jarang banyak pula tamu yang datang untuk melihat budidaya ikan atau bertanya cara beternak ikan hias. Dia selalu memberikan pelatihan kepada anak muda dan ibu-ibu tentang cara budidaya ikan hias dil ingkungannya.

“Melestarikan ikan hias Rainbow, sepertinya sudah menjadi tugas. Ikan ini menjadi salah satu kekayaan Indonesia untuk terus berkembang,” pungkas Didi.

Baca Juga
Lihat juga...