Dilengkapi Peralatan, Pertamina Hulu Mahakam Kirim TRC ke Palu

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

278

BALIKPAPAN — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebagai operator Wilayah Kerja Mahakam yang didukung SKK Migas mengirimkan Tim Reaksi Cepat ke daerah bencana gempa dan tsunami Kota Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa, (2/10/2018).

Tim Reaksi Cepat ini dilengkapi dengan berbagai peralatan dan logistik sesuai dengan kajian risiko dan cakupan tugas di lokasi bencana. Mereka akan berada di bawah koordinasi Posko Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang berada di Korem 132 Tadulako.

John Anis, General Manager PHM menjelaskan, TRC beranggotakan enam orang, terdiri dari dua tenaga medis dan empat rescuer.

Selain itu, diberangkatkan juga tim dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang terdiri dari satu tenaga pengaman, serta tim dari PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) yang terdiri dari satu tenaga medis dan tiga rescuer.

“Kami juga mengirimkan dua inspector untuk membantu memperbaiki dermaga di Palu di bawah koordinasi Puskodal Makassar, satu helikopter yang telah diterbangkan ke Makassar untuk membantu mobilisasi tenaga bantuan yang dikirim oleh Pertamina ke lokasi bencana, serta satu kapal AHTS Ungaran yang telah diberangkatkan dari dermaga Tanjung Batu, Balikpapan,” terangnya Selasa (2/10/2018).

Kapal yang dikirimkan tersebut akan digunakan untuk membawa berbagai bantuan kemanusiaan, baik dari PHM, berupa obat-obatan dan berbagai barang kebutuhan pokok, maupun dari PT Pertamina MOR VI, PT Pertamina EP Asset V, PHSS, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain yang berada di Kalimantan Timur.

Pimpinan SKK Migas Kalsul berfoto bersama Tim Reaksi Cepat yang akan dikirim oleh PHM, PHI dan PHSS ke Palu dan Donggala. Foto: Ferry Cahyanti

John menambahkan bantuan berupa tim intervensi, helikopter, kapal, dan barang ke wilayah bencana dilakukan untuk mewujudkan tanggung jawab kemanusiaan dari perusahaan, yang sejalan dengan harapan Pemerintah untuk membantu meringankan beban para korban bencana sesegera mungkin.

“Di bawah koordinasi bersama, kami akan terus memonitor apabila masih diperlukan bantuan selanjutnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pertamina MOR VI Kalimantan telah mengirimkan 20 petugas SPBU guna mendukung operasional SPBU di wilayah bencana Sulawesi Tengah. Mereka menggantikan sementara operator setempat yang menjadi korban gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/09) yang lalu.

Baca Juga
Lihat juga...