Dinas Pertanian Yogya, Sinergikan Pembudidaya Anggrek dengan Pengusaha

Editor: Satmoko Budi Santoso

235

YOGYAKARTA – Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, berencana membangun sinergi kelompok-kelompok pembudidaya anggrek di kota Yogya dengan para pengusaha besar anggrek asal luar daerah.

Hal itu dilakukan untuk mengembangkan potensi pertanian tanaman hias khususnya anggrek yang ada di Yogya agar mampu tumbuh seperti di kota-kota besar lainnya.

“Di kota Yogya ini banyak terdapat kelompok pembudidaya anggrek. Bahkan sudah ada asosiasinya. Pasar anggrek juga sangat besar. Namun sayang di kota ini belum ada pengusaha besar anggrek. Kebutuhan anggrek selama ini masih disuplai dari luar daerah,” ujar Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Supartomo, Senin (1/10/2018).

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Supartomo – Foto Jatmika H Kusmargana

Supartomo mengatakan, dengan sinergi antara asosiasi maupun pengusaha besar anggrek, diharapkan kemampuan SDM kelompok pembudidaya anggrek akan meningkat. Diharapkan pula mereka mampu mengembangkan usaha, menjadi pengusaha anggrek besar yang mampu menyuplai kebutuhan anggrek di Yogyakarta.

“Arahnya kita ingin ajak kelompok memulai bisnis anggrek secara serius. Jadi nanti mereka bisa ambil bibit dari para pengusaha. Kemudian dikembangkan di kelompok. Setelah beberapa bulan, anggrek hasil budidaya itu dikembalikan lagi ke pengusaha, sehingga mereka mendapatkan nilai tambah,” katanya.

Menurut Supartono, kurang berkembangnya usaha budidaya angrek yang dijalankan sejumlah kelompok di kota Yogyakarta selama ini, disebabkan karena masih lemahnya kemampuan SDM. Mereka melakukan usaha budidaya sebatas sebagai hobi dan pekerjaan sambilan atau belum berorientasi ke bisnis.

“Yang ingin kita bangun adalah SDM dulu. Karena itu mereka harus selalu kita dorong dan kita dampingi. Dengan sinergi bersama para pengusaha, tiap kelompok akan dapat belajar banyak, sehingga mereka akan mendapatkan ilmu untuk memulai bisnis anggrek mereka sendiri,” katanya.

Terbatasnya lahan budidaya yang ada di kota Yogyakarta sendiri, dinilai Supartomo, tidaklah menjadi persoalan. Pasalnya, keterbatasan lahan tersebut bisa diatasi dengan membangun tempat-tempat atau lokasi budidaya anggrek di luar kota Yogyakarta seperti Bantul, Sleman dan sebagainya.

“Sebenarnya bisa kok, Yogya memiliki pengusaha produsen besar anggrek seperti Bandung, Surabaya, Malang dan sebagainya. Karena banyak anggota yang juga sudah mampu mengembangkan anggrek, misalnya dengan sistem kultur jaringan. Tinggal kita dorong dan dampingi terus saja, sehingga mereka mau mengembangkan,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...