Dinsos Berharap Pemda Sikka Bangun Rumah Perlindungan ODGJ

Editor: Koko Triarko

167
MAUMERE – Dinas Sosial menilai, Pemerintah Kabupaten Sikka perlu membangun Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), agar tidak ada lagi ODGJ yang dipasung di rumah, atau berkeliaran di jalan-jalan.
“Saya ingin, kalau bisa salah satu rumah dinas milik pemerintah yang tidak terpakai bisa digunakan sementara untuk rumah perlindungan, sehingga ODGJ bisa mempunyai tempat dan penanganannya lebih fokus dan serius,” tutur Dwi Angelina Ester Santoso, Staf Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Jumat (12/10/2018).
Menurut Ester, ada beberapa rumah dinas yang tidak terpakai, seperti di jalan Achmad Yani, sehingga kenapa tidak  digunakan terlebih dahulu untuk rumah perlindungan.
“Pemerintah kan tidak bisa bekerja sendiri, sehingga harus menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selama ini fokus menangani ODGJ, termasuk beberapa kelompok relawan,” tuturnya.
Suster Lucia, CIJ., (baju putih) bersama ODGJ perempuan yang dirawatnya di Panti Dhymphna. -Foto : Ebed de Rosary
Untuk dokter, psikiater dan perawat, kata Ester, semuanya sudah dimiliki dinas kesehatan, sehingga pemerintah kabupaten Sikka harus bisa memulainya, apalagi ODGJ di Sikka juga tidak terlalu banyak.
“Untuk ODGJ memang harus disiapkan tempat khusus, sebab ada kluster atau pembagian sesuai dengan tingkat atau derajat gangguan jiwanya, lalu ditempatkan di masing-masing sel. Dengan demikian, tidak ada ODGJ yang berkeliaran lagi di jalanan umum,” sebutnya.
Menurut Ester, saat ini di Dinas Sosial Kabupaten Sikka hanya menangani ODGJ, tapi yang bekas ODGJ bukan ODGJ langsung, karena keterbatasan anggaran, sehingga perlu digandeng dengan lembaga dewan untuk mengatasinya.
Bambang Juje, anggota Kelompok Kasih Insani (KKI) Maumere, saat pelepasan pasung salah seorang ODGJ menjelaskan, bahwa ada banyak ODGJ di kabupaten Sikka yang masih dikucilkan, disembunyikan, bahkan ada yang dipasung karena agresif.
“Kami dalam melaksanakan kegiatan, baik memberi makan, memandikan dan memberikan pakaian serta obat  selalu berkoordinasi dengan dinas kesehatan, kepolisian dari Polres Sikka, dinas sosial dan puskesmas di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Bambang sangat berharap, agar ke depan perlu dibangun rumah rehabilitasi bagi ODGJ di Kabupaten Sikka, sehingga ODGJ bisa mendapat pelayanan kesehatan secara baik, dan mereka juga bisa diberi pelatihan keterampilan, bila sudah sembuh.
Suster Lucia, CIJ., pendiri Panti Dhymphna yang merawat ODGJ perempuan juga berharap, agar pemerintah kabupaten Sikka membangun tempat penampungan bagi ODGJ, terutama laki-laki. Sebab, di Sikka banyak yang belum ditangani secara baik.
“Saya bermimpi, agar bisa membuka panti yang menangani penderita laki-laki. Memang ada harapan seperti itu, tapi tangan ini tidak bisa menjangkau. Kemauan ada, tapi terbentur dana,” sebutnya.
Baca Juga
Lihat juga...