Direct Flight Kamboja-Indonesia, Pemerintah Tawarkan Insentif

130
Ilustrasi penerbangan sipil di Indonesia – Foto: Dokumentasi CDN

PHNOM PENH – Pemerintah Indonesia, menawarkan pemberian insentif kepada maskapai yang mau melayani penerbangan langsung Kamboja-Indonesia. Penerbangan langsung dibutuhkan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia dan sebaliknya.

“Kita terus berupaya supaya ada direct flight, misalnya dengan kerja sama dengan maskapai, siapa yang mau support untuk ke Indonesia, bahkan sampai dengan support cash insentif pun kita kasih, kalau ada yang mau direct ke Indonesia,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I, Regional I Kemenpar, Masruroh di Phnom Penh, Kamboja, Jumat (12/10/2018) malam.

Tidak adanya penerbangan langsung Kamboja-Indonesia, menjadi kendala dalam upaya peningkatan jumlah wisatawan dari Kamboja ke Indonesia. Penerbangan langsung bisa dalam bentuk carter maupun reguler. Jumlah wisatawan Kamboja ke Indonesia di 2017, hanya naik dua persen, yaitu dari sekira 5.000 di 2016, menjadi 6.000-an.

Sementara , jumlah wisatawan Indonesia ke Kamboja mencapai 49.000 orang, atau naik hampir 10 persen dibanding 2016 yang mencapai 48.000 orang. Wisatawan Kamboja selama ini kurang mendapat perhatian khusus, padahal jika mau berupaya lebih keras, penambahan jumlah wisman dari Kamboja bukan hal yang tidak mungkin.

“Karena kita punya banyak kesamaan akar budaya yang diperkaya misalnya kita punya temple yang lebih besar daripada di sini, juga banyak objek wisata lain yang laku dijual di Kamboja,” katanya di sela acara misi penjualan 10 destinasi unggulan Indonesia di Kamboja.

Menyiasati belum adanya penerbangan langsung, pemerintah menjajaki pemanfaatan Singapura sebagai titik pengumpul (hub). Hal itu mempertimbangkan fakta, cukup banyak orang Kamboja yang datang ke Singapura. “Jadi orang Kamboja yang ke Singapura sudah banyak, nah dari situ bisa kita tarik supaya jangan ke Singapura kemudian balik Kamboja tapi dari Singapura terus ke Indonesia,” katanya.

Masruroh menyebut, Indonesia menawarkan destinasi wisata yang terjangkau seperti Batam dan Bintan. Saat ini sudah ada beberapa yang datang ke Bintan dan Jakarta, karena perjalanan dari Singapura ke Indonesia bisa dilakukan dengan mudah. “Banyak sekali pesawat dari sana, ke Batam Bintan juga bisa lewat ferry,” tandasnya.

Yang diminati wisatawan Kamboja untuk datang ke Indonesia pada umumnya adalah, kultural. Hal itu karena adanya kesamaan kepercayaan, yang terlihat dari kesamaan candi. Wisatawan Kamboja juga suka belanja, dan Indonesia sudah memiliki banyak tempat belanja. “Mereka juga suka traditional think seperti souvenir, dan yang lebih menantang ternyata anak-anak mudanya suka selfie. Itu pasar tersendiri,” pungkasnya (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...