Disnak Lebak Dorong Peternak Unggas Tingkatkan Produksi

181
Peternakan ayam broiler -Dok: CDN
LEBAK – Produksi unggas potong yang dikembangkan peternak plasma dari Kabupaten Lebak, Banten, sebagian besar untuk memasok kebutuhan konsumen di DKI Jakarta.
“Peternak memasok unggas pedaging ke pasar Jakarta hingga ribuan ekor per hari,” kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Iman Santoso, di Lebak, Minggu (7/10/2018).
Populasi ternak unggas di Kabupaten Lebak dari tahun ke tahun meningkat. Setiap hari pasokan unggas dibawa ke pasar-pasar di Jakarta dengan menggunakan mobil box maupun bak terbuka.
Selama ini, peternak di Lebak sudah dikenal sebagai pemasok unggas pedaging terbesar di Provinsi Banten. Produksi ayam broiler Lebak tahun ini diperkirakan mencapai 17 juta ekor, meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 14,5 juta ekor.
Meningkatnya produksi unggas itu karena harga di pasaran cukup menguntungkan peternak. Selama ini, kehidupan ekonomi peternak unggas potong relatif baik dan mampu membeli kendaraan, membangun rumah, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi.
Selain itu, mereka mampu melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah. Pendapatan peternak unggas setiap panen dengan waktu selama 40 hari, bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp25 juta, dengan populasi 10.000 ekor.
“Kami mendorong peternak plasma, agar meningkatkan produksi karena bisa menyumbangkan pendapatan ekonomi keluarga itu,” katanya.
Menurut dia, saat ini peternak unggas potong di Kabupaten Lebak tercatat 350 peternak, dan menyerap tenaga kerja sekitar 700 orang. Kebanyakan mereka peternak plasma, dengan menjalin kemitraan dengan perusahaan inti.
Namun, produksi unggas juga boleh dijual bebas ke pasar atau juga ditampung oleh perusahaan inti. “Pada prinsipnya, peternak plasma menjual produksi unggas dengan harga yang menguntungkan,” katanya.
Pemkab Lebak terus mendorong para peternak plasma, agar tumbuh dan berkembang. Sebab, usaha peternakan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pihaknya juga mengoptimalkan pembinaan kepada sejumlah peternak, agar mereka memperhatikan kesehatan unggas dan kebersihan kandang, sehingga terhindar dari penyakit serta tidak mendapatkan penolakan dari warga.
“Kami menjamin produksi unggas Lebak layak dikonsumsi, karena semua kandang unggas kondisinya bersih juga aman dari penyakit hewan,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...