Distan Flotim Panen 70 Hektare Sorgum di Pulau Solor

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

234

LARANTUKA — Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) melalui Dinas Pertanian (Distan) melakukan panen sorgum pada lahan seluas 70 hektare di desa Balawelin I kecamatan Solor Barat. Ke depan, pihaknya berniat mengembangkan ke wilayah pulau Solor, Adonara dan Flores daratan.

“Hari ini Pemda akan menyerahkan bantuan mesin perontok, penyosok dan penepung bagi para petani,” sebut Antonius Wukak Sogen, kepala dinas Pertanian kabupaten Flores Timur, Senin (8/10/2018).

Kepala dinas Pertanian kabupaten Flores Timur Antonius Wukak Sogen.Foto : Ebed de Rosary

Dikatakan Anton, sapaannya, untuk desa Balawelin I, 2018 ini akan ada penambahan lagi areal tanaman sorgum seluas 200 hektare.

“Sorgum telah menjadi makanan pokok, sebab mereka telah mengkonsumsi sorgum yang dicampur dengan beras dan jagung. Kami ingin bukan lagi makanan alternatif tapi makanan pokok,” tuturnya.

Dikatakan Anton, dengan bantuan mesin dari pemerintah diharapkan agar para petani bersemangat menanam, karena sorgum mempunyai keunggulan, dimana dalam satu kali tanam dapat dipanen hingga tiga kali bahkan di Solor bisa sampai 5 kali panen.

“Lahan pertanian di pulau Solor yang kering dan berbatu serta memiliki curah hujan rendah sangat cocok untuk ditanami sorgum daripada dibiarkan menjadi lahan tidur,” ungkapnya.

Disebutkan juga, pihaknya akan bekerjasama dengan LSM Yapensel Kesukupan Larantuka serta ibu Maria Loretha yang selama ini telah mengembangkan sorgum dan telah ada investor yang membangun pabrik di Likotuden desa Kawalelo kecamatan Demon Pagong.

“Pabrik industri sorgun sudah dibangun di Likotedun Kawalelo, dimana saat ini harga Sorgum Rp5 ribu per kilogram untuk yang masih kulit. Sementara untuk yang sudah dikupas dihargai Rp15 ribu,” jelasnya.

Maria Loretha, seorang pakar yang telah puluhan tahun mengembangkan sorgum dan meraih berbagai penghargaan mengaku senang dengan mulai aktifnya pemerintah melakukan penanaman dan membantu petani.

“Saya senang masyarakat sudah mulai menanam sorgum sebab di Flores Timur rata-rata gersang dan lahan tidur,” ungkapnya.

Sangat disayangkan kata Maria bila lahan yang gersang ini hanya dimanfaatkan sebanyak sekali tanam jagung atau padi ladang yang hasilnya pun tidak begitu memuaskan.

“Kalau mengharapkan dari hasil padi dan jagung tentu hanya cukup untuk dimakan saja sehingga petani tidak bisa sejahtera. Makanya lahan tidur dan gersang ini lebih baik ditanam sorgum dan umurnya pun hanya beberapa bulan saja sudah bisa dipanen,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...