Ditjen PAS Bentuk Satgas Pencarian DPO Napi di Sulteng

Editor: Makmun Hidayat

218

JAKARTA — Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan setelah tenggang waktu yang diberikan oleh Lapas dan Rutan di Sulawesi Tengah kepada narapidana untuk melaporkan diri pascagempa dan tsunami, Ditjen Pemasyarakatan membentuk Satuan tugas (Satgas), yang terdiri dari Satgas Pusat, Kanwil Sulteng, Kanwil Sulsel, Kanwil Gorontalo, dan Kanwil Sulsel dan Kanwil Sulbar untuk melakukan pencarian.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita duga, saat ini kita sudah membentuk Satgas. Yakni Satgas Pusat, Kanwil Sulteng, Kanwil Sulsel, Kanwil Gorontalo, dan Kanwil Sulbar untuk melakukan pencarian dari narapidana yang tidak melaporkan diri setelah batas waktu yang ditentukan,” kata Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami saat jumpa pers di Kantor Dirjen Pemasyarakatan, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Untuk itulah Utami menegaskan, pentingnya melakukan pelaporan bagi para narapidana yang masih bebas di luar. Sebelum Satgas bertindak dan melakukan penangkapan bagi narapidana yang tidak mempunyai itikat baik untuk kembali menjalani hukuman.

“Dan ini sangat penting bagi narapidana yang masih di luar untuk melakukan pelaporan. Untuk itu baik keluarga maupun kerabat segera melaporkan kalau narapidana tersebut tidak mau kembali ke Lapas dan Rutan sebelum Satgas bertindak,” tegasnya.

Utami menambahkan, apabila tenggang waktu yang diberikan belum juga para narapidana tersebut melaporkan diri. Maka Satgas akan mendatangi tempat tinggal para narapidana, keluarga dan kerabat dari narapidana tersebut untuk memaksa kembali ke Lapas dan Rutan.

“Semua narapidana datanya ada sama kita secara lengkap, makanya kalau sampai batas waktu yang diberikan belum juga melaporkan diri. Satuan tugas akan mendatangi tempat tinggal para narapidana, keluarga dan kerabatnya,” sebutnya.

Utami juga memastikan bahwa 1664 orang narapidana yang ada di Lapas dan Rutan Sulawesi Tengah, tidak ada satupun yang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami. Dan hal tersebut sudah dicek, dan benar adanya tidak ada narapidana yang menjadi korban meninggal dunia.

“Sampai dengan hari ini, belum ada laporan kalau terpidana korban meninggal dunia. Semuanya sudah kita cek, dan dari 1664 orang narapidana tersebut selamat semua, dan kita memberikan batas waktu yang kita berikan untuk segera melapor,” jelasnya.

Lebih jauh Utami mengatakan, semua terpidana yang ada di Sulawesi Tengah saat ini adalah para narapidana umum dan narkoba. Sementara para terpidana teroris sudah dipindahkan ke Nusa Kambangan sebelum gempa dan tsunami.

“Alhamdulillah sebelum gempa dan tsunami ini terjadi, para narapidana teroris sudah dipindahkan ke Nusa Kambangan. Sehingga semua narapidana yang ada di Sulawesi Tengah adalah narapidana umum dan narkoba,” sebutnya.

Baca Juga
Lihat juga...