DKI Beri Bantuan Sumur Artesis di Bantargebang

Editor: Koko Triarko

183
BEKASI – Warga sekitar Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPSP) di kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mendapat bantuan pembangunan sumur artesis berkapasitas tinggi, dari Pemerintah DKI Jakarta. Bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang berada di lingkungan PTSP Bantargebang.
“Sumur artesis, ini bantuan Bandek, (Bantuan Pemerintah DKI Jakarta –red) dibangun di dua titik,” ujar Sekretaris Lurah Sumur Batu, Nani Syari’ah, Rabu (10/10/2018) sore.
Dikatakan, pembangunan sumur artesis  berlangsung di dua titik, di RW/RT 04/03 dan RT 01. Bantuan ini sudah melalui proses panjang, tapi baru terealisasi sekarang.
Sekretaris Lurah Sumur Batu, Nani Syariah. –Foto: M Amin
Menurutnya, kondisi air di lokasi tempat pembuang sampah terbesar ini, tanah di sekitar menjadi resapan sampah, dan sumur artesis ini kedalamannnya bisa mencapai 60 hingga 80 meter.
“Kalau ngomong soal kurang, bisa dibilang sumur artesisnya masih kurang enam titik lagi, untuk melayani tiga RW di perkampungan sekitar, gundukan sampah di PTSP,” jelasnya, sembari menambahkan, jika air tetap ada, meski musim kemarau.
Sebelumnya, Ketua Forum RW Kecamatan Bantargebang, Kiman Sumarwan, mengakui keberadaan sumur artesis di sekitar gundukan sampah Bantargebang bisa menjadi oase atau tumpuan kehidupan baru bagi warga.
“Selama ini,  warga mengeluh kesulitan air bersih. Padahal, air bersih merupakan kebutuhan vital bagi warga, khususunya di wilayah yang berdekatan dengan TPST Bantar Gebang,” ujar Kiman.
Dampaknya, lanjut dia, warga setiap hari terpaksa harus membeli untuk kebutuhan mandi, cuci, dan memasak. Apalagi, di musim kemarau, sumur-sumur artesis atau menggunakan sistem pengeboran dengan kedalaman standar warga, airnya juga tidak bisa keluar.
Sementara itu, Yamih, warga RT 04, RW 03,  kelurahan Sumur Batu, mengeluhkan kerusakan mesin artesis. Dampaknya, 100 warga di RT setempat tidak bisa menikmati air bersih.
“Tolong dong, Pak, sampaikan kepada pemerintah di atas, di RT 04/RW03, mesin artesis terbakar, dan sudah satu bulan ini belum diperbaiki,” ujarnya.
Baca Juga
Lihat juga...