DKI Siapkan 780 Unit Rumah DP Rp0 di Duren Sawit

Editor: Koko Triarko

193
JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, meresmikan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Down Payment (DP) Rp0 di kawasan Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur.
“Program DP nol rupiah bertujuan untuk memfasilitasi pembiayaan cicilan yang ringan untuk masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah di Jakarta,” ucap Anies di kawasan Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2018).
Selain itu, program Rumah DP Rp0 sebagai upaya memfasilitasi warga Jakarta untuk dapat memiliki rumah sendiri. “Kita semua tahu, 51,7 persen penduduk DKI tidak punya rumah sendiri. Karena itu, kita ingin kebutuhan dasar warga harus dicarikan solusi. Salah satu hambatan adalah biaya uang muka atau DP,” tandasnya.
Gubernur DKI, Anies Baswedan meresmikan rumah hunian DP Rp0 di dkawasan Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2018).
Anies menyatakan, hunian itu sebagai program hunian DP Rp0 yang diberi nama, Solusi Rumah Warga (Samawa). “Samawa ini terminologi yang insyaallah kalau kita dengar, langsung tahu maknanya. Maknanya adalah sebuah tempat yang di sana ada kedamaian, ada cinta kasih, ada kebahagiaan, ada ketenangan.
“Jadi, program ini harapannya membuat ketenangan. Bukan saja bisa punya rumah, tapi rumah yang ditempati kemudian menghasilkan sebuah suasana keluarga yang Samawa tadi, Solusi Rumah Warga,” ujarnya.
Program ini melengkapi program perumahan dan pemukiman Pemerintah Provinsi DKI yang sudah berjalan sebelumnya, seperti rumah susun sewa dan rumah susun milik. Melalui fasilitas pembiayaan uang muka dari Pemerintah Provinsi DKI, warga yang berhak bisa mendapatkan hunian dengan langsung mencicil biaya bulanan.
“Program ini merupakan kepedulian Pemprov DKI terhadap keadilan seluruh masyarakat Jakarta. Fasilitas pembiayaan uang muka dari Pemprov DKI ini bisa membantu keterbatasan sebagian masyarakat memperoleh rumah, karena adanya down payment (DP),” ujarnya.
Anis juga menjelaskan, fasilitas yang diberikan adalah pembiayaan uang muka dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya, uang muka tersebut dicicil oleh pembeli.
Sementara, Plt Kepala Dinas Perumahan, Meli Budiastuti, menyampaikan, peluncuran ini menandai akan dimulainya proses pendaftaran para calon konsumen rumah DP Rp0. “Pendaftaran akan dibuka 1 November 2018,” ujarnya.
Rencananya, akan ada 780 unit hunian yang dijual di Klapa Village, yang pembangunannya ditargetkan selesai pada Juli 2019. “Terdiri 421 hunian tipe 21, dan tipe 36 sebanyak 360 unit,” imbuh Meli.
Sedangkan Direktur PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C. Pinontoan, mengatakan, rumah hunian DP Rp0 tidak bisa disewakan atau sebagai investasi untuk dijual kembali dalam jangka waktu tertentu. Pengalihan hak rumah hanya bisa diwariskan atau pindah rumah.
“Pengalihan rumah akan dilaksanakan melalui pemerintah daerah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.
Yoory juga menyampaikan, pekerjaan Rusun Klapa Village DP 0 masih terus berjalan.  Pihaknya menargetkan, masuk tahap topping off pada Januari 2019 (pengerjaan struktur bangunan sudah mencapai titik puncak), dan bulan Juli 2019 seluruh pekerjaan sudah rampung.
Sebagai informasi, hunian Rp0 ini hanya diperuntukkan bagi warga yang memiliki KTP DKI, penghasilan Rp4-7 juta, diperuntukkan bagi yang sudah berkeluarga dan tidak memiliki rumah tinggal (milik) dan yang sudah lama tinggal di Jakarta minimal lima tahun.
Pada tahap awal, hunian DP Rp0 Klapa Village, meyediakan 780 unit dalam dua tipe rumah, yaitu tipe 21 dan tipe 36. Harga jual tipe 21 sebesar Rp184.800.000–213.400.000 per unit, sebanyak 420 unit. Untuk tipe 36, harga berkisar Rp304.920.000-310.000.000, sebanyak 360 unit.
Ada pun skema jangka waktu cicilan maksimal 20 tahun. Pada tahap 1 di Jakarta Timur, dua skema cicilan Rp2.008.337 per bulan, jangka waktu 20 tahun, estimasi penghasilan Rp5.738.105, dan cicilan Rp2.426.665 per bulan, jangka waktu 15 tahun, estimasi penghasilan Rp6.933.329.
Baca Juga
Lihat juga...