DKPKP Gianyar: Pengolahan Ikan Penting untuk Meningkatkan Nilai Jual

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

217

GIANYAR — Di saat hasil tangkapan melimpah dan harga jatuh, diperlukan adanya inovasi agar tidak merugi. Hal tersebut menjadi salah satu peran dari istri-istri nelayan dalam membantu suami menopang perekonomian keluarga.

Seperti ditegaskan kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar, Dewi Hariani, jika saat musim paceklik, ikan biasanya dijual saat kondisi segar, sedangkan saat tangkapan melimpah, harga akan jatuh.

“Salah satu cara agar nelayan tidak merugi saat hasil tangkapan melimpah adalah mengolah hasil tangkapan menjadi berbagai produk olahan kekinian yang saat ini lagi diminati,” sebutnya di Gianyar, Selasa (9/10/2018).

Selama ini, produk-produk olahan kekinian dari luar daerah yang merajai pasar di Gianyar. Agar dapat bersaing, ibu-ibu nelayan ini harus belajar bagaimana cara mengolah ikan.

“Selain mampu meningkatkan pendapat keluarga, kita yakin produk olahan tersebut juga sehat, bebas dari bahan yang berbahaya,” tegas Dewi saat pelatihan diversifikasi pengolahan ikan di Kabupaten Gianyar yang diikuti 30 peserta.

Kadis DKPKP Ir. Dewi Hariani (tengah) bersama peserta pelatihan.-Foto: Sultan Anshori

Sebagai tambahan, di 2017, berdasarkan data di DKPKP Gianyar, produksi perikanan tangkap cukup melimpah, 521,1 ton. Sementara untuk olahan bakso, sate maupun ikan bakar yang selama ini menjadi ikon wisata kuliner, rata rata kebutuhan hanya mencapai 3.900 Kg/tahun.

Pelatihan tersebut berlangsung selama 5 hari (8-12 Oktober) dengan nara sumber dari KKP Banyuwangi Rita Yuliati S.TP, dan Pradita Puspasari, A.Md. Pelatihan ini juga dalam rangka mendukung program prioritas stunting Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Pada kesempatan itu, para peserta selain materi tentang kebijakan peningkatan produksi pengolahan hasil perikanan, juga mendapatkan praktek pembuatan makanan kekinian dengan bahan dasar ikan. Seperti kaki naga, rolade, mini crispy, fish stick, siomay dan bakso.

“Tidak hanya itu, para peserta juga diajarkan bagaimana cara menyimpan dan mengemas produk hasil olahan sehingga tetap higienis dan menarik minat pembeli,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...