Donasi Taiwan Digunakan untuk Bangun Perumahan Guru Korban Gempa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

138
Sekertaris Umum MUI Sulteng, Sofyan Bachmid. Foto : Sri Sugiarti

JAKARTA — Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Sofyan Bachmid menyebutkan, 500.000 dolar Amerika Serikat (USD) donasi yang diserahkan Perwakilan Taipei Economic and Trade Office di Indonesia melalui MUI Pusat akan dialokasikan untuk dua tahap.

“Sebagian bantuan digunakan untuk tanggap darurat penyediaan kebutuhan para korban gempa dan tsunami. Sebagian lagi digunakan untuk pascagempa, yaitu membangun perumahan para guru agama yang rusak,” sebutnya di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Disebutkan, dengan fasilitas perumahan tersebut diharapkan para guru bisa kembali melaksanakan tugasnya di sekolah-sekolah.

“Kita berusaha komunikasikan dengan pemda Sulteng. Sekiranya dapat menyiapkan lahan untuk membangun rumah. Meski kavlingan kecil, 100 meter, tapi inshaallah cukup,” kata Sofyan.

Disebutkan juga, pihaknya tengah menginventarisir guru agama yang sudah tidak memiliki rumah. Banyak yang kehilangan rumahnya serta kehilangan keluarga dan sanak saudara.

“Kalau kita tidak fasilitasi, mereka akan kembali ke daerahnya masing-masing. Sementara kita membutuhkan guru,” ujarnya.

Pada pasca bencana ini, MUI fokuskan pada pendidikan sehingga proses pembelajaran para siswa sekolah di Sulawesi Tengah kedepan tetap berjalan seperti biasa. Meski saat ini kondisi pendidikan di Sulteng saat ini belum berjalan dengan maksimal.

Hal ini jelasnya, selain gedung sekolah rusak, gurunya juga masih mengalami trauma secara psikis. Senin kemarin, pemerintah Sulteng baru mengaktifkan Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk para guru untuk kembali bekerja menginvertarisir kehancuran.

“Sekolah-sekolah itu selain gedungnya hancur barangnya dijarah, seperti komputer, bangku sekolah dan peralatan sekolah lainnya. Sehingga benar-benar kehilangan semuanya. Ini kan aneh, sudah gedungnya rusak, peralatannya dicuri,” tukas Sofyan.

MUI bersama masyarakat ingin membantu tugas pemerintah untuk menyiapkan segala keperluan dan kebutuhan operasional pendidikan di Sulteng.

Adapun sebagian bantuan donasi dari pemerintah Taiwan tersebut, kata Sofyan, adalah digunakan untuk tanggap darurat menyiapkan kebutuhan masyarakat korban gempa dan tsunami.

Saat ini, MUI Sulteng sedang memfasilitasi mempersiapkan pengadaan beras sebanyak 20 ton untuk didistribusikan ke tiga kabupaten yaitu Kota Palu, Sigi dan Donggala.

Selain beras, pihaknya juga menyediakan popok bayi dan selimut. Hingga hari ini, banyak masyarakat korban yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Mereka membutuhkan selimut karena udara cukup dingin.

“Ini sementara yang kita lakukan persiapan, mudah-mudahan semua ini bisa kita realisasikan,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...