Dukung Wajib Belajar, Genjot Pembangunan Sekolah

Editor: Satmoko Budi Santoso

223

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) 21, di Komplek Perumahan Sapta Pesona, Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih.

Pelaksanaan pembangunan tersebut diambil dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Summerecon Tbk yang ada di Kota Patriot, Senin (1/10/2018).

“Pembangunan ini, adalah improvisasi kepala daerah dalam mencari sumber dana untuk pembangunan sekolah di Kota Bekasi untuk mendukung program wajib belajar 12 tahun. Awalnya, CSR itu akan dibangun untuk SMK 12, tetapi karena ada persoalan tentang penetapan PSU yang belum dilakukan law enforcement, maka dialihkan pembangunannya di SMA 21, komplek Sapta Pesona,” ungkap Rahmat Effendi usai melakukan peletakan batu pertama.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi bersama dengan para siswa SMA 21, yang menyaksikan langsung peletakan batu pertama pembangunan sekolah mereka – Foto Muhammad Amin

Dikatakan, pembangunan SMA 21 terdiri tiga ruang kelas dengan estimasi biaya di atas Rp1 miliar luas areal 2086 meter persegi. Ke depan lanjutnya, akan ada penambahan, untuk itu akan terus diupayakan mencari sumber dana untuk membangun SMP atau kepentingan lainnya bagi masyarakat.

“Sebelumnya, Metro Politan Mall pernah membantu melalui dana CSR untuk pembangunan SMA 17 dan SMA 18 di Kota Bekasi. Dana CSR memang kita khususkan untuk kepentingan masyarakat banyak, kami tidak ingin menerima dalam bentuk uang, karena itu rentan dan sensitif. Tetapi lebih efektif diberikan dalam pembangunan,” jelas Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi.

Menurutnya, terkait aturan, jika SMA kewenangannya oleh Provinsi. Kemudian akan diatur lebih lanjut bentuk kerja samanya. Karena penambahan ruang kelas adalah bentuk dukungan wajib Pemerintah Kota Bekasi dalam mencerdaskan masyarakat.

Untuk itu, dia meminta ke depan setelah pengerjaan pembangunan SMA 21 selesai, tidak ada lagi warga lingkungan Sapta Pesona sekolah di SMA lain. Kepala sekolahnya, imbuh Pepen, harus mengutamakan warga sekitar.

Sementara itu, Heri Pansila, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, mengapresiasi gebrakan Walikota Bekasi yang dia nilai luar biasa. Menurut Heri, meskipun sesuai aturan baru SMK/SMA tanggungjawab provinsi tetapi Walikota Bekasi memiliki komitmen tinggi membantu warga, terutama pelajar SMA/SMK, bisa mendapatkan fasilitas sekolah.

“Ini bentuk kepedulian kepala daerah kepada warga, karena diketahui, selama ini siswa SMA 21, dalam proses belajar masih menumpang di SDN 3, Jatimakmur. Untuk itu, dia berharap pembangunan sekolah bisa segera terealisasi akhir tahun. Proses belajar mengajar pun bisa lebih efektif,” papar Pansila.

Menurutnya, yang mendesak adalah kelas dua belas angkatan pertama, yang sebentar lagi akan mengikuti ujian kelulusan. Dia menambahkan untuk Kota Bekasi ini masih ada 6 sekolah SMA/SMK yang masih menumpang di SD. Sayangnya, dia tidak merinci sekolah mana saja yang masih menumpang di SD tersebut.

“Ketika aturan untuk tingkat SMA/SMK diambil alih provinsi, harusnya sudah ada jalan keluar. Mungkin ada sebagian untuk pembangunan sekolah yang sudah dibebaskan. Untuk itu, dia membantu dengan mencari dana CSR, untuk dibuatkan sekolah negeri tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...