e-Tilang, Tekan Pelanggaran di Jalan

Editor: Satmoko Budi Santoso

124

JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI, Sigit Wijatmoko, menuturkan, rambu-rambu sosialisasi e-tilang akan dipasang mulai sore ini. Namun Dinas Perhubungan hanya sementara menyediakan Variable Message Sign (VMS) untuk memberitahu kawasan penindakan e-Tilang.

“Ini lagi produksi, semoga sore bisa dipasang tapi untuk sementara kita pakai VMS, mobile variable message signs untuk menginformasikan area tersebut diterapkan penegakan hukum secara elektronik,” ucap Sigit di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).

Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) juga akan menginformasikan bahwa di daerah tersebut berlaku penegakan hukum secara elektronik. Kendati demikian, Sigit mengatakan, bahwa sistem tilang elektronik tak ubahnya perubahan sistem penegakan hukum, dari yang sebelumnya bersifat manual menjadi elektronik.

Sigit menyebutkan, uji coba yang dimulai hari ini untuk mengetes perolehan bukti pelanggaran. Untuk itu, bentuk pelanggaran yang ditindak sebetulnya masih sama dengan yang selama ini sudah berlaku, yakni pelanggaran marka dan rambu lalu lintas.

“Jadi kinerja alat dan prosedur penegakan hukumnya yang berubah dari manual ke elektronik. Misalnya ada pelanggaran marka, maka mulai hari ini petugas tidak lagi mendapati lewat pantauan fisik. Hal semacam inilah yang ingin disosialisasikan ke masyarakat,” jelas Sigit.

Sementara, dalam uji coba kali ini adalah menguji semua sistem yang berkaitan dengan penindakan e-Tilang atau lebih kepada hal-hal teknis seperti kinerja kamera closed circuit television (CCTV).

“Yang diujicobakan adalah bukti yang selama ini ada, dari bukti visual jadi elektronik. Itu yang diuji coba. Jadi kinerja alatnya, prosedur penegakan hukumnya, itu yang berubah dari manual secara elektronik. Jadi uji cobanya lebih kepada itu,” katanya.

Dia mengatakan dalam penerapan sistem e-Tilang pihaknya hanya menyediakan sarana dan prasarana pendukung. Sementara penindakan tetap ada di Kepolisian. Polda Metro Jaya telah memasang kamera pengawas di Bundaran Patung Kuda dan Sarinah di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

“Kemarin spotnya di Sarinah empat. Arah selatan, barat, utara, dan timur. Kemudian di sini air mancur (Patung Kuda) Indosat dari sisi timur dan barat,” ujar Sigit.

Sementara, Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan uji coba tilang secara elektronik atau Electronic Law Traffic Enforcement (E-LTE) di ruas jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin, pada hari ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusuf mengatakan, kalau uji coba tersebut dilakukan hari ini sesuai rencana awal, yakni dilakukan pada awal bulan Oktober 2018.

“Iya jadi uji coba,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi wartawan.

Namun, Yusuf tidak merinci titik-titik kamera Closed Circuit Television yang digunakan untuk merekam pelanggar itu diletakkan. Sejauh ini, uji coba dilakukan di ruas Jalan Sudirman-Thamrin. Selama uji coba ini, Polri belum akan melakukan penindakan. Uji coba dilakukan untuk menajamkan aturan tentang CCTV dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Belum ada penindakan. Untuk sosialisasi, pemberitahuan bahwa Anda memasuki kawasan CCTV,” jelasnya.

Yusuf mengatakan, program e-tilang ini telah siap diterapkan. Menurutnya, tinggal bagaimana koordinasi dengan seluruh komponen terkait. Yusuf mengimbau masyarakat memperbarui data diri ke Samsat, mulai hari ini. Hal ini untuk memudahkan polisi mengirimkan surat tilang atau pelanggaran.

“Mulai 1 Oktober 2018, setiap pemilik kendaraan bisa meregistrasi. Ini yang kita lagi proses juga supaya cepat kalau untuk mengirimkan surat tilangnya nanti. Konfirmasi tidak perlu dikirim ke alamat rumah tapi ke alamat e-mail saja. Kan lebih cepat sampai. Ini dalam proses itu. Ini dalam proses semua, sudah bisa jalan,” ucap Yusuf.

Diketahui E-Tilang sendiri akan mengandalkan pantauan CCTV yang meng-capture nomor kendaraan pelanggar lalu lintas. Kemudian, pelanggar akan diberi surat teguran dan surat tilang yang dikirim ke alamat rumah pemilik kendaraan sesuai data yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau berupa notifikasi melalui pesan singkat (SMS).

Pelanggar diwajibkan membayar tilang sesuai pelanggaran yang dilakukan. Jika tidak mengindahkan surat e-Tilang maka Ditlantas Polda Metro Jaya akan memblokir STNK, denda juga akan diakumulasikan pada saat melakukan perpanjangan STNK.

Sebelumnya, penerapan e-tilang ini sudah dibahas Polda Metro Jaya dengan Pemprov DKI Jakarta. Dalam penerapannnya, polisi akan memblokir surat tanda nomor kendaraan (STNK) jika pelanggar tidak membayar e-tilang.

Ditlantas Polda Metro memasang empat CCTV di kawasan Jl Jenderal Sudirman-MH Thamrin. Tilang elektronik ini hanya diberlakukan terhadap kendaraan bernomor polisi B. Sementara untuk kendaraan bernomor polisi lain akan ditindak langsung oleh petugas jika melakukan pelanggaran.

Baca Juga
Lihat juga...