EBT Tambah Pasokan Listrik di Kalteng

163
Ilustrasi -Dok: CDN
BANJARBARU – Energi Baru dan Terbarukan (EBT), bakal menambah daya listrik di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga bisa memperkuat pasokan listrik pada sistem kelistrikan Kalimantan yang melayani dua provinsi.
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) sudah ditandatangani GM PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng Sudirman. “Penandatanganan dilakukan GM PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng Sudirman dengan Direktur Utama PT Sawit Graha Manunggal Budi Purwanto,” kata humas PLN wilayah Kalselteng, Bayu Arswenda.
Disebutkan, penandatanganan PJBTL atau Power Purchase Agreement (PPA) Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Tamiyang Layang 1 Megawatt (MW), dilakukan di kantor pusat PLN di Jakarta.
Penandatanganan disaksikan oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi dan Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Machnizon Masri.
Selain Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Tamiyang Layang, juga ditandatangani PPA Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sita-Borong 2×0,5 MW di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Machnizon, program pengembangan EBT yang dilakukan PLN adalah prioritas, karena dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) khususnya pada pembangkitan.
“Semua itu merupakan wujud misi perusahaan menjalankan usaha berwawasan lingkungan diharapkan bermanfaat bagi seluruh masyarakat juga pengembangan pariwisata di Kalteng maupun NTT,” ujarnya.
Dikatakan, PLTBg Tamiyang Layang terletak di Desa Marutuwu, Kecamatan Paju Epat, Barito Timur, Kalteng telah disepakati kontrak pembelian kelebihan tenaga listrik (excess power) selama dua tahun.
Nilai investasi sebesar Rp36,9 miliar dan biogas merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan (EBT) yang terbentuk melalui proses penguraian anaerobik/pembusukan materi organik tanpa oksigen.
Limbah organik yang dihasilkan industri minyak sawit dijadikan sumber energi listrik yang akan dimanfaatkan PLN, memperkuat pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Masuknya PLTBg, pemanfaatan EBT di Kalselteng telah mencapai 8,8 MW. Pemanfaatan EBT juga sebagai upaya PLN dalam Menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) energi listrik,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...