Fahmi Idris Ingatkan Tetap Waspadai Munculnya PKI

Editor: Makmun Hidayat

287

JAKARTA — Salah satu pelopor angkatan 66, Fahmi Idris menegaskan bahwa rakyat harus tetap waspada terhadap kemunculan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang telah dua kali melakukan pemberontakan di Indonesia.

Untuk itulah, dengan memutar kembali film G 30 S PKI akan memberikan peringatan kepada siapa saja, harus waspada terhadap pergerakan PKI.

“Artinya pemutaran film G 30 S PKI ini, harus terus dilanjutkan, dan pemutaran film ini sesuatu yang bagus sekali untuk memberikan peringatan kepada siapa saja dan kita tetap harus waspada terhadap pergerakan PKI dengan penghianatan terhadap Pancasila dan UUD 1945,” kata Fahmi Idris saat nobar film G 30 S PKI di Taman Ismail Marzuki (TIM), Minggu (30/9/2018).

Mantan Menteri Perindustrian tersebut, mengatakan, film G 30 S PKI mengingatkan kepada siapa saja, bagaimana sepak terjang PKI dalam perpolitikan di Indonesia. Di mana kata Fahmi, intinya penghianatan PKI itu ada dua, yakni, pertama kepada rakyat Indonesia dan kedua kepada Pancasila dan UUD 1945.

“Film ini memperingatkan kepada siapa saja, bahwa PKI itu kalau diberi kesempatan, maka mereka akan memanfaatkan kesempatan itu untuk kepentingan mereka, biasanya perbuatan mereka sangat zhalim, kejam dan licik. Dan itu merupakan ciri-ciri dari PKI yang berusaha mengganti ideologi Pancasila,” ungkapnya.

Lebih jauh Ayah dari Anggota DPD DKI Jakarta Fahira Idris ini, menjelaskan, PKI berdasarkan pengalaman di Indonesia hingga saat ini tetap eksis. Walaupun, bentuknya berbeda-beda dari waktu ke waktu, seperti tahun 1948 di Madiun. Jelas sekali PKI itu muncul kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama, yakni tahun 1965 lewat G 30 S PKI.

“Jadi PKI itu suatu gerakan yang tetap harus kita curigai sebagai satu kekuatan yang bisa suatu saat melakukan suatu pengkhianatan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan harus kita waspada, berdasarkan pengalaman selama ini,” ungkapnya.

Pria berdarah Minangkabau tersebut, menyebutkan bahwa indikasi gerak-gerik dari PKI saat ini muncul ke publik, sehingga rakyat harus terus waspada. Salah satunya, dengan pemutaran film G 30 S PKI untuk mengingatkan jangan sampai peristiwa tersebut terulang untuk kesekian kalinya.

“Kita lihat sekarang ada gerak gerik untuk memunculkan PKI, agar tidak terjadi lagi peristiwa seperti itu, ya kita masing-masing harus meyakini bahwa segala macam kekuatan yang anti Pancasila itu harus kita waspadai. Karena hal itu yang terpenting, demi keutuhan persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Fahmi Idris menambahkan, salah satu cara untuk mengantisipasi munculnya gerakan PKI adalah dengan menjaga persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia dengan nilai-nilai Pancasila, yang membuat Indonesia tetap satu. Sebab katanya, dengan paham Pancasila, Indonesia akan tetap satu kesatuan.

“Tentu salah satu cara yang paling mudah untuk mencegah gerakan PKI adalah dengan cara harus tetap bersatu padu dalam menjaga persatuan Indonesia berdasarkan Pancasila. Karena tidak ada satu paham di Indonesia yang menyatukan kita selain Pancasila, begitu kita tidak yakin Pancasila, itu sesuatu yang sangat berbahaya sekali,” jelasnya.

Pemutaran film G 30 S PKI, kata Fahmi Idris, mengingatkan dan menunjukkan kepada semua rakyat, di mana PKI telah melakukan penghianatan terhadap Pancasila dan membuat pemerintah yang baru dengan pemerintah komunis.

“Dan paham komunis tersebut nyata-nyata bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Dan Itulah tujuan dari PKI mengganti ideologi Pancasila dengan komunis,” sebutnya.

Sejumlah tokoh Angkatan 66 menggelar nonton bareng (Nobar) film G 30 S PKI tahun 1965 di Taman Ismail Marzuki (TIM). Di antaranya Fahmi Idris, Bomer Pasaribu, Abdul Gafur, Husni Umar dan juga tokoh bangsa Jenderal Gatot Nurmantyo dan Din Syamsudin. Nobar ini digelar guna mengingatkan kepada semua orang, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa tetap waspada akan pergerakan PKI.

Baca Juga
Lihat juga...