Film ‘Dancing In The Rain’, Beri Pesan Ketidaksempurnaan

Editor: Koko Triarko

277
JAKARTA – Tisa TS, lengkapnya Georgia Patricia Titi Sari, termasuk penulis skenario yang cukup produktif, baik sinetron maupun film. Karya skenario sinetronnya yang terkenal, antara lain Arti Sahabat, Love in Paris dan Diam-Diam Suka. Sedangkan, skenario filmnya, yaitu Magic Hour (2015), London Love Story (2016), ILY from 38.000 Ft (2016), Surat Cinta untuk Starla the Movie (2017), Promise (2017), The Perfect Husband (2018).
Kini, Tisa membuat skenario film terbaru berjudul ‘Dancing In The Rain’. Sebuah film produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures, yang berkisah tentang Eyang Uti (Christine Hakim), yang penuh kasih sayang pada Bayu, cucunya.
Bagi Tisa, Banyu adalah segalanya. Di balik rasa sayangnya terselip perasaan iba, karena sejak bayi Banyu ditelantarkan kedua orang tuanya yang tak mampu mengurusnya.
“Ini film kami yang sudah kesekian kalinya, salah satu keberuntungan saya menulis dalam Screenplay, saya tak perlu repot-repot membuat cerita, karena Pak Sukhdev adalah gudangnya ide,“ kata Tisa TS, penulis skenario dalam acara press conference dan press screening film Dancing in the Rain di Lounge XXI, Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (11/10/2018).
Perempuan kelahiran Jakarta, 30 November 1977 itu membeberkan, bahwa Sukhdev memiliki ide untuk membuat film yang humanis. “Karena selama ini, kami selalu membuat film drama percintaan yang romance,“ bebernya.
Jadi, kata Tisa, kali ini Sukhdev ingin membuat film yang berbeda dari film-film sebelumnya. “Sesuatu yang membuat semua orang, bukan hanya ada edukasinya maupun hiburannya, tapi juga sebenarnya membuat kita ngaca lagi, bahwa kita tidak perfect, atau kita dikelilingi orang-orang yang tidak sempurna,“ paparnya.
Tisa menyampaikan, bagaimana ketidaksempurnaan itu bisa kita terima dan setelah kita terima, bagaimana kita merasa nyaman dengan ketidaksempurnaan itu.
“Kita bisa lebih menghargai ketidaksempurnaan itu, dan kita bisa bahagia serta kita dapat membagikan kebahagiaan kita pada orang lain,“ tegasnya.
Menurut Tisa, inti film ini bagaimana kita diingatkan lagi untuk selalu bersyukur. “Masalah menggodog, mengolah, cerita dan segala macamnya, teamwork kita sudah solid,“ pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...