Film G30S/PKI, Kegigihan Pak Harto Menumpas Komunisme

Editor: Satmoko Budi Santoso

326

JAKARTA – Nadea Lazuardani Zahra mengatakan, nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan dan Pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G 30 S PKI) sangatlah penting bagi calon legislatif (caleg) muda, seperti dirinya.

“Para caleg muda seperti saya, nonton film G 30 S PKI sangat perlu untuk kilas balik bagaimana negara ini dulu dibentuk, tidak lepas dari sosok Pak Harto,” kata Nadia kepada Cendana News ditemui saat nobar film G 30 S PKI di gedung perfilman Usmar Ismail, Jakarta, belum lama ini.

Sosok Pak Harto di mata caleg DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur 6 dari Partai Berkarya ini, adalah seseorang yang menyelamatkan Indonesia dari komunisme. Pak Harto menurutnya, mengondisikan keamanan Jakarta dan seluruh Indonesia dari pemberontakan PKI.

Dalam film, sangatlah jelas terlihat, tujuh putra terbaik bangsa disiksa dan dibunuh secara kejam oleh PKI. Ini merupakan fakta sejarah yang tidak boleh dilupakan.

Dengan nobar film ini, diharapkan para caleg DPR RI bisa menghargai perjuangan para pahlawan, salah satunya Pak Harto.

“Kita sebagai caleg harus bisa mengambil intisari dari film G 30 S PKI, bagaimana heroiknya Pak Harto untuk negara ini. Beliau telah menyelamatkan Indonesia dari kekejaman PKI, ini patut kita contoh,” ujar putri Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso.

Nadea menegaskan, sosok Pak Harto sangat berwibawa dalam memimpin negara Indonesia. Bahkan, sebagai Presiden RI sangat disegani oleh negara-negara Asia, karena sukses membangun swasembada pangan.

Sikap Pak Harto yang sederhana juga menjadi teladan Nadea. Menurutnya, saat menjabat Presiden, Pak Harto tidak pernah memakai jaket partai yang dipimpinnya. Tetapi beliau tampil sebagai pemimpin seluruh rakyat Indonesia dari berbagai partai.

“Jadi bukan sebagai petugas partai, dan tetap jangan melupakan sejarah,” ujar lulusan Boston University Amerika Serikat.

Nadea pun mengungkapkan alasan dirinya tertarik bergabung Partai Berkarya. Yakni menurutnya, karena visi dan misi Partai Berkarya mengedepankan nasionalisme religius dengan merangkul seluruh rakyat Indonesia dalam balutan toleransi.

Jika melaju di DPR RI, Nadea berkomitmen menjalankan amanah rakyat Indonesia untuk menjaga stabilitas politik. Dengan senantiasa menjaga toleransi, memajukan dunia pendidikan dan perekonomian.

Menurutnya, akar masalah memajukan dari negara adalah kualitas SDM harus ditingkatkan dalam upaya meningkatkan pembangunan nasional.

“Komitmen saya, menjaga stabilitas politik yang tertuang dalam trilogi pembangunan yang diusung Pak Harto,” ujar wanita kelahiran 24 tahun ini.

Baca Juga
Lihat juga...