Galakkan Tanam Bambu, Wujudkan Desa Sadar Lingkungan

Editor: Satmoko Budi Santoso

243

GIANYAR – Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serius kembangkan Program Desa Sadar Lingkungan.

Berbagai upaya dilakukan untuk pembinaan Desa Sadar Lingkungan yang diikuti satu desa mewakili setiap kecamatan. Sebelumnya, DLH memberikan bantuan bibit tanaman upakara, kali ini memberikan bantuan berupa bibit tanaman bambu.

Kepala DLH, I Wayan Kujus Pawitra mengatakan, dipilihnya pohon bambu karena memiliki banyak manfaat untuk masyarakat. Hampir semua bagian dari bambu bisa dimanfaatkan.

“Bambu sangat bermanfaat untuk kehidupan dan kelestarian lingkungan. Kali ini kami bagikan setidaknya tiga ribu bibit untuk masyarakat. Setiap kecamatan diwakili oleh satu desa,” jelasnya, saat ditemui Senin (8/10/2018).

Kepala DLH I Wayan Kujus Pawitra.-Foto: Sultan Anshori.

Dikatakannya lagi, batang bambu memiliki banyak manfaat, selain untuk bahan bangunan rumah juga untuk berbagai kerajinan atau dekorasi. Sedangkan rebung bambu bisa dijadikan bahan makanan yaitu untuk sayuran.

“Rebung bambu memiliki banyak khasiat, sehingga sangat baik untuk kesehatan. Selain itu, juga kaya protein, vitamin dan mineral. Bisa juga untuk mengontrol kolesterol, memperkuat kekebalan tubuh, merangsang nafsu makan dan juga menurunkan darah tinggi,” ungkapnya.

Akar dari tanaman bambu dapat berfungsi sebagai penahan erosi guna mencegah bahaya banjir. Akan baik jika ragam jenis bambu tumbuh di pinggir sungai ataupun di pinggir jurang.

“Dengan keberadaan tanaman bambu pada tempat tersebut memiliki peran yang sangat penting untuk mempertahankan kelestarian,” jelasnya.

Kujus Pawitra mengatakan, bambu memiliki arti yang sangat penting dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Tidak hanya itu saja, akar dari tanaman ini juga dapat berperan dalam menangani limbah beracun akibat keracunan merkuri.

Bagian yang terdapat pada tanaman ini juga akan menyaring air yang terkena limbah, penyaringannya biasanya melalui serabut-serabut akar bambu tersebut. “Akar bambu juga mampu melakukan penampungan mata air sehingga sangat bermanfaat bagi manusia, sebagai sumber penyediaan air sumur,” ujarnya.

Lomba Desa Sadar Lingkungan, kata Kujus Pawitra, untuk mewujudkan wilayah Desa Pakraman yang bersih, sehat, lestari dan indah sesuai dengan nilai-nilai Tri Hita Karana. Juga mendorong masyarakat dalam meningkatkan kebersihan, kesehatan dan kelestarian lingkungan Desa Pakraman.

“Selain itu, untuk meningkatkan partisipasi dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah padat (sampah) dan limbah cair. Juga mendorong kedisiplinan masyarakat dalam mengendalikan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup melalui pemantapan dan penegakan awig-awig,” jelasnya.

 

 

Baca Juga
Lihat juga...