Gantikan Artidjo Alkostar, Suhadi Diharapkan Hukum Berat Koruptor

Editor: Satmoko Budi Santoso

110

JAKARTA – Hakim Agung Suhadi resmi menjabat Ketua Muda Pidana Mahkamah Agung (MA) menggantikan posisi Artidjo Alkostar yang beberapa waktu lalu memasuki masa pensiun.

Suhadi menegaskan bahwa dirinya memberikan prioritas pada kasus korupsi, karena korupsi itu merupakan kejahatan yang merugikan keuangan negara, yang berasal dari uang rakyat.

“Korupsi itu menyangkut anggaran negara, pajak dan uang rakyat, maka kasus korupsi tentu harus mendapat perhatian yang lebih dari kasus lain dalam pelaksanaan proses perkara. Karena kasus korupsi merupakan kejahatan luar biasa dan yang dirugikan adalah rakyat,” kata Suhadi, usai pelantikan sebagai Ketua Muda Pidana di Gedung MA, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Menurut Suhadi, berat ringannya hukuman bagi para koruptor dalam kasus korupsi, hal tersebut bukan merupakan kewenangan dirinya sebagai ketua muda pidana. Sebab, katanya, ada majelis hakim yang dibentuk yang akan memutuskan berat ringan hukuman para koruptor.

“Berat ringan perkara itu, tergantung pada majelis yang bersangkutan yang mengadili. Apakah akan menghukum koruptor lebih berat. Secara pribadi saya setuju, tapi kan putusan itu berdasarkan majelis, tidak bisa sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Suhadi menegaskan dalam menjalankan tugas sebagai Hakim Agung dan Ketua Muda Pidana dirinya akan melakukan sesuai dengan aturan hukum dan prosedur yang berlaku. Karena menurutnya, semua sudah ada SOP dan aturan, sehingga tidak mungkin keluar dari koridor yang sudah tertulis.

“Kalau ditanya, apakah akan mengikuti Pak Artidjo memutus hukuman lebih berat bagi koruptor, tentu saya akan melakukan tugas sebagai Hakim Agung dan Ketua Muda Pidana sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena semuanya sudah ada peraturannya,” ujarnya.

Suhadi menggantikan posisi Artidjo yang resmi pensiun pada 22 Mei lalu. Sesuai UU 3/2009 tentang MA, usia pensiun hakim agung adalah 70 tahun. Artidjo dikenal tegas dalam memutus hukuman.

Bahkan ia beberapa kali memperberat hukuman koruptor yang mengajukan kasasi ke MA. Di antaranya mantan Ketua MK Akil Mochtar hingga mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum.

Sementara, Suhadi selama ini dikenal sebagai Hakim Agung yang merangkap Juru Bicara MA. Selain Suhadi, Ketua MA Hatta Ali juga melantik Burhan Dahlan sebagai Ketua Muda Militer MA menggantikan Timor P Manurung yang pensiun pada September 2017.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Nomor: 188/P Tahun 2018 tanggal 28 September 2018.

Baca Juga
Lihat juga...